Kronik Hari Ini

Sejarah 28 Januari: Lahirnya T.B. Simatupang Sang Penerus Soedirman

Oleh: Iswara N Raditya - 28 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Sejarah 28 Januari 1920 mencatat lahirnya T.B. Simatupang yang kelak meneruskan tugas Panglima Besar Jenderal Soedirman.
tirto.id - Letnan Jenderal TNI (Purn.) Tahi Bonar Simatupang atau yang lebih dikenal dengan nama T.B. Simatupang dilahirkan tanggal 28 Januari 1920 tepat 98 tahun silam. Sejarah mencatat, T.B. Simatupang adalah penerus Panglima Besar Jenderal Soedirman sebagai Kepala Staf Angkatan Perang RI.

T.B. Simatupang menjadi wakil Jenderal Soedirman selama masa revolusi fisik hingga pengakuan kedaulatan. Ia kemudian menempati posisi tertinggi di TNI namun dipensiunkan dari militer dalam usia yang masih cukup muda, yakni 39 tahun.

Berikut ini jejak karier militer T.B. Simatupang:

1920
Lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, tanggal 28 Januari 1920 dengan nama Tahi Bonar Simatupang. Ia merupakan anak kedua dari pasangan Sutan Mangaraja Soaduan Simatupang dan Mina Boru Sibutar yang memiliki 8 anak. Ayah Bonar adalah seorang pegawai pemerintah kolonial.
____________________________

1940
T.B. Simatupang masuk akademi militer kolonial Belanda di Bandung, seangkatan dengan Rahmat Kartakusumah, Abdul Haris Nasution, Alex Kawilarang, dan beberapa orang Indonesia yang menjadi perwira perwira Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) lainnya.

____________________________

1945
Setelah Indonesia merdeka, T.B. Simatupang bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat atau BKR (cikal-bakal TNI). Ia kemudian ditunjuk sebagai Kepala Organisasi Markas Besar TKR.
____________________________

1948-1949
T.B. Simatupang turut bergerilya dengan Kepala Staf Angkatan Perang (KSAP) RI Jenderal Soedirman selama masa perang mempertahankan kemerdekaan. Pada 1948, ia diangkat sebagai Wakil KSAP dan ikut menghadiri Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, pada 1949.

____________________________

1950
Jenderal Soedirman wafat pada 29 Januari 1950. T.B. Simatupang kemudian diangkat sebagai KSAP dengan pangkat Mayor Jenderal dalam usia 29 tahun.
____________________________

1952
Ada desakan agar Kolonel A.H. Nasution dicopot dari jabatannya sebagai KSAD (Kepala Staf TNI Angkatan Darat). T.B. Simatupang kemudian menemui Presiden Sukarno untuk mengkonfirmasi kabar tersebut. Kepada presiden, ia menegaskan bahwa sebagai KSAP, ia tidak akan membiarkan pencopotan A.H. Nasution itu terjadi.

____________________________

1953-1959
Presiden Sukarno menghapus jabatan KSAP pada 1953. Otomatis, T.B. Simatupang pun kehilangan jabatannya. Tahun 1954, ia diangkat sebagai Penasihat Militer di Departemen Pertahanan RI hingga pensiun pada 1959 dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal.


Pada periode yang sama, T.B. Simatupang juga mengajar di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SSKAD) dan Akademi Hukum Milter (AHM). Setelah pensiun dari dinas militer, ia aktif di Yayasan Universitas Kristen Indonesia serta Yayasan Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (IPPM).
____________________________

1990
T.B. Simatupang meninggal dunia di Jakarta pada 1 Januari 1990 dalam usia 69 tahun.

Baca juga artikel terkait SEJARAH INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Iswara N Raditya
(tirto.id - Hard News)

Penulis: Iswara N Raditya

DarkLight