Menuju konten utama
Kampanye Covid-19

Satgas Covid-19: Waspada Mobilitas Naik di Libur Natal & Tahun Baru

Ada potensi meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan tahun baru sehingga kebijakan antisipasi terkait pandemi Covid-19 tengah digodok.

Satgas Covid-19: Waspada Mobilitas Naik di Libur Natal & Tahun Baru
Pengunjung memindai kode batang sertifikat vaksin COVID-19 menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat berkunjung di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (30/9/2021). COVID-19. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.

tirto.id - Berlanjutnya tren penurunan kasus Covid-19 di Indonesia tetap layak direspons dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Terkait potensi meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan tahun baru, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut kebijakan antisipasi tengah digodok.

Dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang berlangsung pada 5-18 Oktober 2021, sudah tidak ada kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4. Rinciannya, 107 kabupaten/kota menerapkan PPKM Level 3, 20 kabupaten/kota menerapkan PPM Level 2, dan 1 kota, yaitu Blitar, masuk PPKM Level 1.

Sementara itu, untuk PPKM luar Jawa-Bali, terdapat 6 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4. Ini diikuti 44 kabupaten/kota dengan PPKM Level 3, 292 kabupaten/kota dengan PPKML level 2, dan 44 kabupaten/kota untuk PPKM Level 1.

Berdasarkan data perkembangan Covid-19 oleh Satgas Penanganan Covid-19, kurva kasus positif, kasus aktif, dan kasus kematian di Indonesia baik di level nasional maupun provinsi terus melandai. Sejak 6 Agustus 2021 hingga kini, penambahan kesembuhan dari Covid-19 selalu konsisten lebih tinggi daripada kasus positif harian.

Penurunan juga dapat terlihat dari tingkat Bed Occupation Rate (BOR) atau Keterisian Tempat Tidur yang makin rendah. Tercatat 5 provinsi dengan BOR tertinggi adalah Papua (20,52 persen), DI Yogyakarta (15,84 persen), Aceh (14,27 persen), Bali (11,81 persen), dan NTT (11,44 persen).

Tren perkembangan ini, yaitu kondisi kasus yang cukup terkendali, tidak bermakna semua pihak lantas bisa terlena. Terkait potensi peningkatan mobilitas yang mungkin terjadi dalam waktu dekat, seperti aktivitas dalam rangka Maulid Nabi, juga libur natal dan tahun baru (Nataru), menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, tengah ada penggodokan kebijakan.

"Terkait kebijakan mobilitas, termasuk kegiatan wisata di periode libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah sedang menyusun kebijakan antisipasi libur panjang yang tentunya tidak akan terlepas dari prinsip kehati-hatian," kata Wiku dalam keterangan pers di Graha BNPB, Selasa (5/10/2021) yang tayang di kanal YouTube BNPB.

Antisipasi juga dilakukan untuk mobilitas pelaku perjalanan internasional yang akan melakukan kunjungan wisata ke berbagai daerah di Indonesia, misalnya Bali. Bandara Ngurah Rai, Bali akan dibuka mulai 24 Oktober mendatang.

"Pembukaan pintu masuk internasional tersebut pun akan tetap memperhatikan pemenuhan syarat perjalanan dan mekanisme skrining setelah masuk di Indonesia," tambah Wiku.

Terkait pencegahan masuknya varian baru virus penyebar Covid-19 ke Indonesia, pemerintah terus memantau perkembangan. Balitbangkes yang didukung 17 laboratorium yang mampu mendukung upaya whole genome sequencing (WGS) akan terus mengoptimalkan sumberdaya dan pemantauan distribusi varian di berbagai daerah.

"Nantinya hasil pemantauan akan disampaikan secara transparan kepada masyarakat," pungkasnya.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19

Banner BNPB. tirto.id/Fuad

Baca juga artikel terkait COVID-19 atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya