tirto.id - Belakangan muncul informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya pemadaman listrik total selama tiga hari di wilayah Jawa-Bali. Menanggapi hal itu, PLN memberikan penjelasan.
Akibat pemadaman bergilir dengan durasi beberapa jam yang dilakukan PT PLN selama beberapa waktu terakhir, publik mulai cemas dengan adanya ancaman pemadaman total.
Kecemasan tersebut ditambah dengan informasi yang beredar luas di media sosial (medsos) jika PLN akan memberlakukan pemadaman total di Pulau Jawa dan Bali selama tiga hari.
Benarkah Ada Pemadaman Listrik Total Jawa-Bali 3 Hari?
Maraknya berita mengenai pemadaman listrik total selama tiga hari di Pulau Jawa dan Bali membuat PLN akhirnya angkat bicara. Melalui unggahan di akun Instagram @pln_id, PLN menyebut berita itu merupakan hoaks atau informasi yang tidak benar.
“Electrizen, hati-hati dengan informasi hoax yang beredar terkait pemadaman listrik total selama 3 hari di wilayah Jawa-Bali,” tulis PLN di akun IG resminya, dikutip Senin (22/6/2026).
PLN menegaskan bahwa tidak ada rencana maupun pelaksanaan pemadaman listrik total selama periode tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai atau menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.
PLN mengingatkan bahwa setiap informasi resmi terkait layanan kelistrikan, pemeliharaan jaringan, gangguan listrik, maupun kebijakan perusahaan akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi yang dimiliki PLN.
Masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya melalui media sosial resmi PLN, situs web resmi PLN, serta berbagai platform komunikasi resmi lainnya.
Masyarakat dapat menghubungi Contact Center PLN 123, menggunakan fitur Live Chat, atau menyampaikan pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui layanan tersebut, pelanggan dapat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan langsung dari sumber resmi PLN.
Dirut PLN Sebut Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir Mulai Teratasi
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, bersama jajaran manajemen PLN melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin siang, 22 Juni 2026.
Kedatangan Darmawan ini untuk melaporkan perkembangan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa setelah terjadinya pemadaman bergilir pada pekan sebelumnya.
Dalam keterangannya, Darmawan menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan Jawa telah menunjukkan perbaikan yang signifikan sejak Minggu, 21 Juni. Perbaikan tersebut membuat frekuensi dan cakupan pemadaman bergilir yang sebelumnya dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas pasokan listrik berhasil diminimalkan.
"Kami ingin menyampaikan kabar baik bahwa pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu di Pulau Jawa, mulai kemarin hari Minggu kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir," kata Darmawan dikutip Antara News, Senin (22/6/2026).
Membaiknya kondisi kelistrikan di Pulau Jawa didukung oleh lancarnya pasokan energi primer, khususnya batu bara yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
PLN menjelaskan bahwa pasokan batu bara dengan kualitas yang dibutuhkan pembangkit kini mulai tersedia dan tersalurkan dengan baik sehingga mampu meningkatkan kinerja pembangkit listrik.
Selain itu, salah satu pembangkit besar milik mitra PLN yang sebelumnya mengalami gangguan teknis telah berhasil diperbaiki dan kembali tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu malam.
Kembalinya pembangkit tersebut ke dalam sistem memberikan tambahan daya yang cukup besar dan membantu memperkuat cadangan pasokan listrik di seluruh jaringan Jawa.
"Kami minggu lalu langsung menurunkan tim PLN bersama dengan mitra kami untuk melakukan perbaikan. Dan ada kabar yang baik tadi malam satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk sistem di Pulau Jawa," terangnya.
Sebelumnya, terdapat dua pembangkit besar milik mitra PLN yang mengalami gangguan teknis sehingga harus keluar dari sistem kelistrikan.
Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya kapasitas pasokan listrik yang tersedia dan memaksa PLN melakukan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































