Rumah Direktur Walhi NTB Dibakar Usai Dapat Ancaman Pembunuhan

Oleh: Fadiyah Alaidrus - 30 Januari 2019
Walhi menduga pembakaran rumah Murhadi berhubungan dengan perlawanan dan kritik terhadap aktivitas industri pertambangan pasir.
tirto.id - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menduga pembakaran rumah yang terjadi pada Murhadi, Direktur Walhi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhubungan dengan perlawanan dan kritik terhadap aktivitas industri pertambangan pasir.

"Kami menduga keras pembakaran rumah ini berkaitan dengan advokasi yang dilakukan Walhi NTB," kata Edo Rakhman selaku Wakil Kepala Departemen Advokasi Walhi, saat ditemui di Kantor Walhi, Tegal-Parang, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Sejak tahun 2016, Murhadi telah mendapatkan ancaman pembunuhan, Walhi menegaskan ancaman itu, maupun dugaan pembakaran rumah, yang terjadi menunjukan selama ini Pasal 66 UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup tidak bekerja maksimal.

"Kalau ancaman dalam bentuk pesan singkat atau melalui sosial media, itu sudah sering dilakukan, terutama pada tahun 2016, 2017," kata Edo.

Ancaman-ancaman itu pun sudah dilaporkan ke pihak kepolisian NTB. Namun tidak ada kemajuan atau penindakan lebih lanjut.

Kejadian pembakaran rumah Murhadi terjadi pada 28 Januari 2019 dini hari. Kebakaran berasal dari dua titik, yakni dua pintu masuk rumah dari Murhadi. Selain rumah, mobil Murhadi pun dibakar. Di hari yang sama, Murhadi langsung melaporkan kejadian itu ke Polres.

"Sore ini, kami akan melanjutkan laporan ke Polda NTB, jam dua atau tiga," kata Ronald selaku kuasa hukum Murhadi, saat dihubungi melalui video call, Rabu (30/1/2019).

Edo mengatakan Walhi mengecam terjadinya peristiwa ini dan dikhawatirkan berulang pada pegiat hak lingkungan yang lainnya.

Edo berharap agar kepolisian segera mengusut persoalan ini. Ia berharap agar pemerintah tidak abai atas tindakan kriminal yang terus terjadi pada peguat hak lingkungan.





Baca juga artikel terkait WALHI atau tulisan menarik lainnya Fadiyah Alaidrus
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Fadiyah Alaidrus
Penulis: Fadiyah Alaidrus
Editor: Nur Hidayah Perwitasari