Riza Singgung Pabrik Penyebab Polusi Udara Jakarta Terburuk Sedunia

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 20 Jun 2022 20:18 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pemprov DKI akan menyiapkan perlengkapan, petugas, hingga program penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk atasi masalah polusi.
tirto.id - Wakil Gubernur DKI, Riza Patria menyinggung pabrik-pabrik yang ada di Ibu Kota menjadi salah satu penyebab polusi udara di Jakarta terburuk di dunia.

"Pabrik-pabrik yang ada cerobong asap, semuanya saling melekat satu sama lain. Tidak bisa secara sepihak atau parsial, semua harus secara komprehensif program itu disusun," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).

Menurutnya, polusi udara di Jakarta masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Untuk menangani hal tersebut, Pemprov DKI akan menyiapkan perlengkapan, petugas, hingga program penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"Tentang polusi udara, program langit biru, itu memang tidak mudah, perlu waktu. Tidak bisa sepihak, perlu ada perlu ada pengurangan kendaraan, uji emisi dan sebagainya, kemudian peningkatan RTH dan sebagainya," ucapnya.

Ketua DPD Jakarta Partai Gerindra itu menjelaskan, Pemprov DKI memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mengurangi polusi udara melalui program Jakarta Langit Biru.

"Bayangkan, DKI yang punya anggaran yang luar biasa saja memerlukan waktu yang tidak sebentar, apalagi saudara kita yang di daerah lebih berat lagi mengatasi tantangan masalah ancaman yang ada," tuturnya.

Kualitas udara Jakarta tercatat sebagai yang terburuk di dunia pada Senin (20/6/2022) pagi. Hal tersebut diketahui dari Lembaga data kualitas udara, IQ Air yang menempatkan kualitas udara Jakarta pada posisi pertama di dunia.

Lembaga data kualitas udara, IQ Air melalui laman resmi di Jakarta mencatat kualitas udara di DKI hingga pukul 09.33 WIB mencapai indeks 715.

Adapun indeks kualitas udara berdasarkan standar Amerika Serikat (AQ US) menggolongkan indeks 151 hingga 200 merupakan kategori udara yang tidak sehat.

Konsentrasi "particulate matter" (PM) 2.5 mencapai 19.8 kali lipat di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PM 2.5 merupakan polutan pencemar udara yang paling kecil dan berbahaya bagi kesehatan tubuh.





Baca juga artikel terkait POLUSI UDARA JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight