Riwayat Reshuffle Kabinet Jokowi

Oleh: Yantina Debora - 17 Januari 2018
Dibaca Normal 2 menit
Hadirnya Idrus menambah jumlah perwakilan Partai Golkar dalam Kabinet Jokowi.
tirto.id - Presiden Joko Widodo merombak kabinet kerja dengan melantik Menteri Kabinet Kerja sisa masa jabatan periode 2014-2019, anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan Kepala Staf Angkatan Udara di Istana Negara, Rabu (17/1/2018) pada pukul 09.00 WIB.

Dalam Reshuffle Kabinet ini, politisi partai Golkar Idrus Marham dilantik sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawangsa. Selanjutnya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko bakal dilantik sebagai Kepala Staf Presiden menggantikan Teten Masduki.

Sedangkan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar akan dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Terakhir Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Udara. Yuyu sebelumnya adalah Wakil KSAU.

Reshuffle Kabinet Jilid I dan II

Sebelumnya, Jokowi pernah merombak kabinet pada 12 Agustus 2015. Pada Reshuffle Kabinet Jilid I, Darmin Nasution menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menggantikan Sofjan Djalil. Menteri Koordinator Bidang Maritim Indroyono Susilo digantikan Rizal Ramli.


Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno digantikan Luhut Binsar Pandjaitan. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel digantikan Thomas Lembong, Kepala Bappenas/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago digantikan Sofjan Djalil dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto digantikan Pramono Anung.


Setahun kemudian Presiden Jokowi kembali merombak kabinet kerja dengan melantik sejumlah menteri pada 27 Juli 2016. Pada Reshuffle Kabinet Jilid II itu, Budi Karya Sumadi diangkat menjadi Menteri Perhubungan menggantikan Ignasius Jonan. Archandra Tahar mendapat kepercayaan Presiden Jokowi sebagai Menteri ESDM menggantikan Sudirman Said.

Airlangga Hartato mendapat jabatan sebagai Menteri Perindustrian, menggantikan Saleh Husin. Prof. Muhajir menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional menggantikan Anies Baswedan. Politisi PKB Eko Putro Sanjoyo menggantikan posisi rekan sesama partainya, Marwan Jafar yang dicopot dari jabatan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Desa, dan Transmigrasi.

Asman Abnur dari PAN dilantik sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menggantikan Yuddy Chrisnandi. Sri Mulyani kini kembali ke Indonesia dan mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Bambang Brodjonegoro.

Selanjutnya, politisi Partai Nasdem Enggartiasto Lukita mendapat mandat dari Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Perdagangan, menggantikan Thomas Lembong yang digeser menjadi Kepala BKPM. Wiranto dari Partai Hanura dilantik menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.

Sofyan Djalil kembali mendapat tugas baru dari Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Dia menggantikan Ferry Mursidan Baldan. Franky Sibarani dilantik menjadi Wakil Menteri Perindustrian. Luhut Binsar Pandjaitan dari partai Golkar didaulat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman, menggantikan Rizal Ramli.

Perwakilan Parpol dalam Kabinet Jokowi

Dalam Reshuffle Kabinet Jilid II lalu, Presiden Jokowi menegaskan, perombakan kabinet itu sebagai respons terhadap tantangan berat yang akan dihadapi Indonesia. Namun, kalau dilihat secara cermat, keputusan Jokowi dalam reshuffle ini bukan semata-mata untuk menyegarkan kabinet kerja, melainkan ada pertimbangan lain, seperti mengakomodir partai atau kelompok yang belakangan merapat.

Misalnya, untuk merangkul Partai Golkar dan PAN, Jokowi mendepak menteri yang berasal dari Partai Hanura, yaitu Meperin, Saleh Husin diganti oleh politisi Golkar, Airlangga Hartarto, dan Menpan-RB Yudy Chrisnandi yang digeser oleh politisi PAN, Asman Abnur.


Reshuffle terbaru yang mengangkat Idrus Marham, menambah jumlah perwakilan partai Golkar di Kabinet Jokowi yang sebelumnya diwakilkan Airlangga Hartarto (Menperin) dan Luhut Pandjaitan (Kemenko Maritim).

Sedangkan parpol lain misalnya dari Partai Hanura tersisa Wiranto. Partai Nasdem diwakilkan oleh Siti Nurbaya (Men LHK) dan Enggartisto Lukito (Menteri Perdagangan). Untuk PKB, ada tiga perwakilan yakni Imam Nahrawi (Menpora), Hanif Dhakiri (Mennaker) dan Eko Putro Sanjoyo (Menteri Desa, DPT dan Transmigrasi).

Partai lainnya yaitu PPP diwakilkan oleh Lukman Hakim Saifuddin. Sedangkan PDI Perjuangan memiliki perwakilan terbanyak yakni Puan Maharani (Menko PMK), Tjahjo Kumolo (Mendagri), Yasonna Laoly (Menkumham), AAGN Puspayoga (Menkop dan UKM) dan Pramono Anung (Sekretaris Kabinet).

Baca juga artikel terkait RESHUFFLE KABINET atau tulisan menarik lainnya Yantina Debora
(tirto.id - Politik)

Reporter: Yantina Debora
Penulis: Yantina Debora
Editor: Yantina Debora
DarkLight