Risiko Gunakan Obat Pereda Nyeri Menstruasi Dalam Waktu Lama

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 23 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Penggunaan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) untuk mengurangi nyeri saat menstruasi sangat berpotensi memicu iritasi pada lambung, juga mengganggu fungsi ginjal apabila digunakan berkelanjutan.
tirto.id - Nyeri saat menstruasi yang kerap kali muncul menjadi alasan bagi perempuan untuk mengonsumsi obat anti nyeri. Namun, apakah Anda menyadari efek sampingnya?

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta konsultan fertilitas di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Kanadi Sumapraja menjelaskan konsumsi obat anti nyeri saat haid yang berkepanjangan dapat memicu iritasi pada lambung. Selain itu, konsumsi obat secara terus menerus juga akan menekan fungsi ginjal.

“Penggunaan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) sangat berpotensi memicu iritasi pada lambung, juga mengganggu fungsi ginjal apabila digunakan berkelanjutan,” papar Kanadi dikutip dari Antara.

Jenis obat-obatan tersebut bekerja di ujung-ujung serabut saraf dan menekan lepasnya mediator-mediator radang yang timbul akibat peradangan. Pada akhirnya, ujung-ujung serabut saraf tidak akan teraktivasi sebab adanya mediator radang. Oleh karenanya, penggunaan jangka panjang tidak disarankan.

Penanganan yang disarankan untuk nyeri haid

Nyeri haid muncul akibat kadar prostaglandin, hormon yang terlibat dalam kram menstruasi, menjadi lebih tinggi dari biasanya.

Umumnya, semakin tinggi kadar prostaglandin, nyeri haid semakin tinggi dirasakan. Sebaliknya, jika Anda tidak mengalami ovulasi, baik karena kontrol kelahiran atau menopause, risiko kram saat menstruasi menjadi lebih rendah bahkan tidak ada sama sekali.

Untuk mengatasi kram saat haid Very Well Health menyarankan bagi Anda agar menjalani pola hidup lebih sehat.

Salah satunya adalah melakukan upaya untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur ketika Anda tidak mengalami menstruasi. Semakin aktif dan teratur Anda berolahraga, semakin teratur pula menstruasi Anda.

Tidak hanya itu, ada baiknya bagi Anda untuk mengubah aturan pola makan. Pilih makanan yang lebih sehat dan segar seperti buah dan sayuran. Anda dapat mengikuti saran sebagai berikut:

- Makanan kaya kalsium, seperti buah ara kering, keju ricotta, brokoli, almond, dan sarden kalengan

- Makanan tinggi antioksidan, seperti beri, kangkung, tomat, paprika, dan cokelat hitam

- Protein tanpa lemak, termasuk tahu dan ikan air tawar

- Sebaliknya, cobalah mengonsumsi tepung atau gula yang secara signifikan lebih sedikit, trans-lemak (minyak terhidrogenasi), kafein, dan alkohol.


Baca juga artikel terkait MENSTRUASI atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight