Menuju konten utama

Ridwan Kamil & Deddy Mizwar Bersaing di Bursa Pilkada Jabar

Ridwan Kamil meraih perolehan teratas berbagai survei tentang pemilihan Gubernur Jawa Barat, termasuk jika ia disokong Partai Nasdem dan PDI Perjuangan.

 Ridwan Kamil & Deddy Mizwar Bersaing di Bursa Pilkada Jabar
Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil. ILUSTRASI/Gery

tirto.id - Meski masih berjarak sekitar setahun lagi, beberapa nama yang digadang maju di Pilkada Jawa Barat sudah mencuat di ruang publik. Lembaga-lembaga survei pun berbondong menguliti tingkat elektabilitas mereka.

Survei teranyar mengenai peluang kemenangan para bakal calon Gubernur Jabar baru saja dirilis oleh Saiful Mujani Reaserch and Consulting (SMRC), Kamis (13/7/2017) kemarin. Lembaga riset ini melakukan wawancara tatap muka kepada 820 masyarakat Jabar yang dilakukan pada pertengahan Juni 2017. Pemilihan sampel dipilih secara multistage random sampling, dengan tingkat margin error ±3,5 persen.

SMRC melakukan beberapa simulasi pemilihan kepada responden mereka, yakni spontan, semi terbuka, hingga tertutup dua nama. Dalam berbagai simulasi tersebut, nama Ridwan Kamil (RK) konsisten berada di urutan teratas. Dukungan kepadanya berkisar 13,1 persen-71,7 persen—tergantung bentuk pertanyaan, jumlah calon, dan komposisi calon yang bersaing.

Bila pemilihan gubernur Jawa Barat dilakukan ketika survei diadakan dan tanpa adanya pilihan nama. Mayoritas pemilih sekitar 74,5 persen belum dapat memilih secara spontan. Namun, RK tetap mendapat dukungan terbanyak, yakni 13,1 persen disusul oleh Dedi Mulyadi 3,4 persen, Deddy Mizwar 2,3 persen, dan nama-nama lain di bawah 2 persen.

Dalam simulasi semi terbuka di mana responden diberi daftar nama 28 calon untuk dipilih dan boleh memilih nama lainnya bila tidak ada di dalam daftar, RK tetap mendapat dukungan terbanyak. Ia meraih 31,4 persen, selanjutnya Deddy Mizwar 13 persen, Dedi Mulyadi 12,3 persen, Dede Yusuf Macan Effendi 8,3 persen, Aa Gym 7,5 persen, dan nama-nama lain di bawah 4 persen.

Sampai saat ini, Deddy Mizwar adalah penantang paling kuat RK. Di semua simulasi Deddy Mizwar mendapat dukungan berkisar 2,3 persen-52,2 persen. Selisih dukungan Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil di berbagai simulasi berkisar antara 8,5 persen-19,9 persen.

Penantang terkuat lain adalah Dedi Mulyadi yang selisih dukungannya dari Ridwan Kamil antara 9,7 persen-35,5 persen di berbagai simulasi. Di barisan berikutnya, ada dua nama yang sudah mendapat dukungan lumayan dan relatif hampir sama, yaitu Aa Gym dan Dede Yusuf Macan Effendi.

Namun, dari tokoh-tokoh tersebut, Aa Gym yang justru menempati urutan sebagai tokoh yang paling banyak dikenal, 96 persen. Kemudian Deddy Mizwar 92 persen, Desy Ratnasari 88 persen, dan Dede Yusuf 84 persen.

RK hanya berbeda 3 persen tingkat kedikenalannya dengan Rieke Dyah Pitaloka yakni 75 persen berbanding 72 persen. Meski begitu, pria yang kini masih menjabat menjadi walikota bandung ini memiliki tingkat kedisukaan paling tinggi di antara yang lain, yakni sebesar 87 persen.

Infografik Simulasi pilkada jabar

RK Unggul di Banyak Survei

Hasil dari lembaga survei lainnya ternyata tak berbeda jauh dengan SMRC. Rata-rata masih mengunggulkan RK di peringkat pertama dan Deddy Mizwar di urutan kedua. Seperti diberitakan Antara Jabar, hasil survei dari Tim Peneliti Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Bandung dan Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi.

Survei tersebut menjaring 13 nama bakal calon Gubernur Jawa Barat dengan margin of error 5 persen. Respondennya adalah 5.000 warga Jawa Barat yang tersebar secara kluster di 27 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat

Dari kategori persepsi masyarakat Jawa Barat terhadap kelayakan untuk menjadi Gubernur Jawa Barat, RKmasih melejit berada pada perolehan suara 55,1 persen diikuti Deddy Mizwar 16,30 persen Dede Yusuf 11,68 persen, Dedi Mulyadi 6,17 persen Iwa Karniwa 2,55 persen, dan nama-nama lainnya yang rata-rata di bawah 1 persen.

Lembaga survei Poltracking Indonesia juga menyebut lima nama yang memiliki elektabilitas tertinggi sebagai Calon Gubernur Jawa Barat jika Pilkada Jabar. Berdasarkan hasil survei terhadap 800 responden di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat selama 18-24 Mei 2017, tingkat keterpilihan tertinggi secara berurutan dimiliki Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, Dede Yusuf, dan AA Gym.

Simulasi terhadap 25 nama kandidat Calon Gubernur Jabar di Pilkada 2018, menempatkan perolehan suara RK sebesar 38,13 persen, Deddy Mizwar 14,88 persen, Dedi Mulyadi 9,88 persen, Dede Yusuf 8 persen, AA Gym 5,63 persen.

Hasil survei lain yang digagas Indo Barometer di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat pada 17-23 Mei 2017 menunjukkan RK, Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi sebagai kandidat kuat calon gubernur Jawa Barat 2018.

Dari simulasi 16 nama calon gubernur yang diajukan kepada 800 responden, RK adalah yang teratas dengan perolehan 28,6 persen, disusul Deddy Mizwar 18,8 persen, kemudian Dedi Mulyadi 11,5 persen, Dede Yusuf 6,3 persen, Aa Gym 2,4 persen, dan Rieke Diah Pitaloka 1,4 persen.

Emil-Nasdem dan Isu Kontroversial Lain

SMRC juga memasukkan isu-isu yang menimpa bakal calon gubernur Jabar sebagai faktor yang mempengaruhi pemilihan. Pada RK, sebanyak 23 responden mengetahui berita bahwa dirinya akan diusung partai pengusung Ahok. Dari yang tahu tersebut, sebagian besar yakni 50 persen menyatakan “netral” bila RK diusung partai pendukung Ahok. Sementara jumlah yang setuju sebanyak 23 persen dan yang tidak setuju 26 persen.

Dari beberapa simulasi kombinasi partai pendukung yang memasukkan Nasdem—dan PDI Perjuangan—untuk pencalonan Ridwan Kamil, walikota Bandung ini tetap meraih keterpilihan tertinggi. Artinya, sampai sejauh ini, belum ada resistensi yang berarti terkait dukungan Partai Nasdem pada pencalonan Ridwan Kamil.

Pada isu Dedi Mulyadi dianggap musyrik, hanya 21 persen yang mengaku mengetahui isu tersebut. Di antara yang tahu, mayoritas sebanyak 62 persen tidak setuju dengan berita tersebut.

Sementara itu, Deddy Mizwar yang masih sering muncul sebagai bintang iklan tidak mendapat banyak resistensi dari responden. Mayoritas warga yakni sebanyak 56 persen, membenarkan tindakan tersebut. Hanya sekitar 27 persen yang mengatakan Deddy bermain iklan sebagai hal yang tidak bisa dibenarkan.

Baca juga artikel terkait PILGUB JABAR 2018 atau tulisan lainnya dari Aditya Widya Putri

tirto.id - Politik
Reporter: Aditya Widya Putri
Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Maulida Sri Handayani