tirto.id - Ribuan jemaah umrah asal Jawa Barat berangsur pulang di tengah suasana memanas konflik Timur Tengah Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sekitar tiga ribuan jemaah berasal dari Jawa Barat.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, Boy Hary Novian, menyatakan, para jemaah umrah tersebut saat ini dalam kondisi aman. Ia pun mengatakan, para jemaah umrah asal Jabar telah berangsur pulang sesuai jadwal. Adapun untuk update kepulangan, masih menunggu informasi dari kementerian pusat.
"Jemaah umrah Jabar sudah berangsur angsur pulang sesuai jadwal, jumlah update kami masih menunggu pusat," kata Boy dihubungi kontributor Tirto, Rabu (4/3/2026).
Pihaknya juga berkoordinasi bersama KJRI Jeddah untuk terus melakukan pendampingan terhadap jemaah umrah yang akan kembali ke Tanah Air melalui Bandara Jeddah ataupun Madinah. Boy menjelaskan, pendampingan itu dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah umrah asal Indonesia dapat pulang dengan aman dan tanpa kendala.
"Dari Kantor urusan haji serta KJRI di Jeddah selalu mendampingi jemaah umrah yang akan pulang ke tanah air di bandara Jeddah maupun Madinah untuk memastikan bahwa jemaah umrah asal Idonesia tidak hanya dari Jabar bisa pulang ke tanah air tanpa ada kendala apapun," ungkapnya
Selain itu, Boy juga mengimbau jemaah yang akan berangkat umrah untuk menunda keberangkatan hingga situasi di Timur Tengah kembali kondusif. Imbauan tersebut juga ditujukan kepada ratusan biro travel umrah di Jawa Barat agar menata ulang jadwal keberangkatan sebagai respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel.
Boy mengatakan terdapat 649 travel umrah yang berada di bawah koordinasi pihaknya di Jawa Barat. Ia meminta untuk melakukan penjadwalan ulang jika terlanjur memiliki jadwal keberangkatan.
“Kalaupun sudah memiliki jadwal keberangkatan, jemaah dapat melakukan penjadwalan ulang (reschedule). Maskapai penerbangan juga memberikan opsi untuk melakukan reschedule,” tambah dia.
Pihaknya juga menyampaikan, saat ini belum ada laporan resmi terkait penundaan keberangkatan dari travel umrah di Jawa Barat. Boy masih menunggu arahan dan informasi lanjutan dari pemerintah pusat guna memastikan perkembangan situasi.
“Kami masih menunggu dari pusat. Karena ketika jemaah sudah terdaftar di SISKOPATU, baru dapat diketahui bahwa yang bersangkutan melakukan perjalanan ibadah umrah. Jika belum masuk ke dalam SISKOPATU, maka belum bisa terdata secara resmi,” pungkasnya.
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































