Chatib Basri:

Resesi Ekonomi Bisa Berdampak Sistemik ke Perusahaan Digital

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 11 Oktober 2019
Menteri Keuangan periode 2013-2014, Muhammad Chatib Basri meminta pelaku ekonomi digital berhati-hati terhadap dampak resesi ekonomi.
tirto.id - Menteri Keuangan periode 2013-2014, Muhammad Chatib Basri meminta pelaku ekonomi digital berhati-hati terhadap dampak resesi ekonomi.

Chatib menjelaskan aliran dana bisa menjadi seret sehingga mereka perlu berhenti bergantung terhadap pendanaan atau suntikan investasi. Dengan demikian, ketika aliran dana tiba-tiba berhenti, mereka tetap bisa hidup ketimbang bangkrut.

“Kalau resesi terjadi, aliran modal akan menurun. E-commerce saatnya melihat profit and loss. Kalau tidak, dia akan sangat tergantung dengan fund raising terus-menerus. Kalau ada sudden stop fund raising, enggak bisa bakar uang. Dampaknya bisa sistemik,” ucap Chatib dalam paparannya di Djakarta Theater XXI Kamis (10/10/2019).

Chatib menjelaskan agar dapat berhenti dari ketergantungan pada suntikan dana, para perusahaan ekonomi digital perlu beralih ke model bisnis konvensional. Maksudnya, memperhitungkan laba-rugi perusahaan.

Ia memperingatkan performa perusahaan kini tidak bisa lagi berdasarkan nilai gross merchandise value (GMV) maupun valuasi. Dua indikator itu, menurut Chatib, mulai perlu ditinggalkan karena menuntut masuknya aliran dana terus menerus atau liquidity event.

Chatib yang menjadi panelis dalam acara “Dampak Tokopedia Terhadap Perekonomian Indonesia” juga memperingatkan unicorn Indonesia itu untuk mulai memperhatikan laba-rugi. Ia menuturkan perusahaan sekelas Tokopedia perlu dijaga baik-baik. Bila andaikata tumbang karena seretnya aliran modal saat resesi, berpotensi menimbulkan dampak sistemik ke iklim ekonomi digital Indonesia.

“Kalau sudah seperti Tokopedia, platform harus dijaga baik-baik agar tidak menimbulkan efek sistemik. Saya kira ini berlaku juga buat berbagai e-commerce lain,” ucap Chatib.


Baca juga artikel terkait RESESI EKONOMI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight