Menuju konten utama

Realisasi Anggaran Revitalisasi Sekolah pada 2026 Capai Rp2,6 T

Program revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam, baik di wilayah Sumatra.

Realisasi Anggaran Revitalisasi Sekolah pada 2026 Capai Rp2,6 T
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026). tirto.id/Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan realisasi awal program revitalisasi sekolah tahun 2026 telah mencapai Rp2,6 triliun.

Hal itu disampaikannya dalam dalam konferensi pers 'Update PHTC CKG Sekolah, Penanganan TB, serta Transformasi Pendidikan' yang digelar di Kantor Badan Komunikasi, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

Angka itu disebutnya berdasarkan penyelesaian perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan serta menyalurkan anggaran ke 3.408 satuan pendidikan.

"Sekarang ini kami sudah mulai melaksanakan dengan anggaran tahun 2026 itu telah diselesaikan perjanjian kerja sama dengan 4.838 satuan pendidikan serta penyaluran ke 3.408 satuan pendidikan. Nah, total dana yang juga kami salurkan total tahun 2026 adalah 2,6 triliun," ujar Abdul Mu'ti.

Secara total, anggaran revitalisasi sekolah pada 2026 untuk sementara sebesar Rp14 triliun. Anggaran itu ditargetkan menyasar 11.744 satuan pendidikan, yang terdiri dari 11.655 sekolah untuk revitalisasi dan 89 unit sekolah baru.

Menurut Mu'ti, program revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam, baik di wilayah Sumatra maupun daerah lain di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat meski tidak berada di wilayah bencana atau 3T.

"Bukan daerah 3T, tapi yang rusak berat itu kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun 2026," katanya.

Mu’ti menyebut pemerintah berencana memperluas cakupan program tersebut. Berdasarkan arahan Presiden, jumlah sasaran revitalisasi berpotensi ditambah hingga sekitar 60.000 satuan pendidikan.

"Bapak Presiden beberapa kali menyampaikan itu sehingga pada tahun 2026 program revitalisasi dapat menyasar 71.744 satuan pendidikan," katanya.

Terkait revitalisasi, Presiden Prabowo Subianto menargetkan revitalisasi lebih dari 100.000 sekolah pada tahun depan, dengan target akhir seluruh sekolah di Indonesia rampung diperbaiki pada 2028.

Prabowo menjelaskan pemerintah tengah melakukan percepatan renovasi sekolah secara masif. Jika tahun ini ditargetkan menyasar 70.000 sekolah, tahun depan jumlahnya akan ditingkatkan secara signifikan.

“Tahun ini sudah 70.000, anggaran tahun lalu 17.000 sekolah, tahun ini 70.000 sekolah. Tahun depan target saya kalau bisa lebih dari 100.000,” ujar Prabowo saat memberikan keterangan di SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

Prabowo memproyeksikan seluruh infrastruktur pendidikan di Tanah Air akan dalam kondisi baik dalam dua tahun ke depan. Ia memperinci, dari total sekitar 288.000 sekolah di Indonesia, sisa pengerjaan akan diselesaikan secara bertahap hingga akhir periode tersebut.

“Saya berharap semua sekolah akan selesai 2028. Kita kalau tidak salah punya 288.000 sekolah. Kalau tahun ini berarti 87.000 akan selesai akhir tahun, berarti kita masih punya 200.000. Kalau 100.000 di 2027, 100.000 di 2028, semua sekolah Indonesia sudah diperbaiki,” jelasnya.

Baca juga artikel terkait REVITALISASI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama