tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) berencana merevitalisasi Taman Margasatwa (TM) Ragunan pada 2026 mendatang.
Kepala Distamhut DKI Jakarta, Fajar Sauri, mengatakan, saat ini wacana revitalisasi itu masih berada pada tahapan perencanaan. Apabila perencanaan selesai pada tahun ini, revitalisasi bisa dimulai pada tahun depan.
“Ya, diusahakan kalau perencanaan selesai tahun ini, tahun depan [bisa mulai proyek revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan],” kata Fajar kepada para wartawan di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Fajar menjelaskan pihaknya tengah bekerja sama dengan pihak konsultan untuk melakukan pemetaan dan perencanaan revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan.
Dia menambahkan nantinya proyek revitalisasi itu diharapkan bisa menggunakan sumber pendanaan lainnya yang tidak berasal dari pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“[Sedang] direncanakan, divisioning-kan oleh konsultan. Jadi, sekarang lagi tahap persiapan saja,” ucap Fajar.
“Rencananya sih, kalau bisa besar [dana yang terpakai], ya nggak usah pakai dana APBD. Pakai di luar APBD, lah,” lanjutnya.
Sebelumnya, wacana merevitalisasi kawasan Taman Margasatwa Ragunan pertama kali diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
Saat berkunjung ke Ragunan, Rano mengatakan kawasan itu harus direvitalisasi dan ditambahkan fasilitas kereta gantung agar makin memudahkan mobilitas pengunjung.
“Tentu kebun binatang ini harus segera revitalisasi. Itu bisa kan dibikin semacam kereta gantung, supaya bisa menjadi fasilitas,” ujar Rano dalam unggahan video di Instagram pribadi miliknya @si.rano, Rabu (23/7/2025) lalu.
Selain itu, Rano mengakui adanya persoalan kemacetan yang seringkali terjadi di depan pintu masuk Ragunan, terutama saat akhir pekan dan libur nasional.
“Ulasan dari pengunjung nih saat weekend dan hari libur nasional terjadi kemacetan di pintu masuk kendaraan hingga ke jalan raya. Enggak bisa kita sembunyiin ini, saya mau kita terbuka supaya kita bisa evaluasi bagaimana cara mengurangi, kalau menghilangkan gak mungkin,” pungkasnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































