Menuju konten utama

Razia Kem Chicks, BPOM DKI Temukan Banyak Makanan Rusak

Dari 40 sampling yang diperiksa di Kem Chick, empat produk makanan izin edarnya sudah kedaluwarsa.

Razia Kem Chicks, BPOM DKI Temukan Banyak Makanan Rusak
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI, Polres Jakarta Selatan, serta Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar razia makanan dan minuman menjelang Ramadan di Swalayan Kem Chicks, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (16/5). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta, Polres Jakarta Selatan, dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar razia makanan dan minuman ‎di pasar swalayan Kem Chicks Kemang, Selasa (16/5/2017). Razia tersebut sebagai upaya pengamanan menjelang Ramadan.

Razia dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. BPOM DKI, pihak kepolisian, beserta pihak walikota melakukan pengecekan ke beberapa jenis makanan dan minuman produk saji dan industri dalam rumah tangga.

"Pada hari ini di Kem Chicks swalayan, kami tim Pemkot Jaksel, Kapolres, dan Kasat, serta saya dan tim dari BPOM DKI, melakukan pengawasan pangan. Kami temukan pangan yang nomor izin edarnya sudah tidak berlaku, dan ada pula yang nomor izin edarnya bukan yang sesungguhnya. Jadi itu nomor izin produk lain," kata Kepala BPOM DKI, Dewi Prawitasari.

Selain Kepala BPOM DKI Dewi Prawitasari, turut hadir Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan dan Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung, serta Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Irmansyah.

Dewi menjelaskan razia ini berlaku untuk semua jenis pangan, baik lokal, impor, siap saji, dalam kemasan, dan industri rumah tangga. Dari 40 sampling yang diperiksa di Kem Chicks, empat produk makanan izin edarnya sudah kedaluwarsa.

"Ada pangan impor, industri rumah tangga, tetapi izin edarnya sudah tidak berlaku. Ini akan kita cari sumber pembeliannya," ujar Dewi seusai razia.

Selain nomor edar produk kedaluwarsa, dan adapula yang meminjam ada legalitas produk lain, dan juga banyak produk pangan dalam kemasan kaleng yang sudah rusak alias penyok.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak membuat makanan bocor, namun mampu menghidupkan bakteri yang bisa hidup tanpa oksigen. Bakteri tersebut sangat berbahaya dan bisa membuat konsumen sakit.

Baca juga artikel terkait BPOM atau tulisan lainnya dari Chusnul Chotimah

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Chusnul Chotimah
Penulis: Chusnul Chotimah
Editor: Yuliana Ratnasari