Ramai Isu Poros Baru, Airlangga: Golkar Solid Dukung Jokowi

Reporter: Selfie Miftahul Jannah - 11 Agu 2019 11:34 WIB
Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, Kolaisi Indonesi Kerja (KIK) masih solid. Serta komunikasi yang dilakukan antara pemimpin partai sangat cair.
tirto.id - Isu terbentuknya poros baru atau poros ketiga mulai ramai usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, mengenai adanya indikasi tersebut Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, Kolaisi Indonesi Kerja (KIK) masih solid.

"Kalau koalisi pendukung pak presiden masih solid. Jadi dalam pembicaraan antar pimpinan partai, kami masih sangat solid dan koalisi-koalisi itu adalah mungkin dinamika yang berkembang," kata dia di Masjid Syajaratun Thayibah di Kompleks DPP Golkar, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (11/8/2019).

Ia menjelaskan, komunikasi yang dilakukan antara pemimpin partai juga sangat cair. Sehingga koordinasi antar partai masih terus berjalan usai Pemilu 2019.

"Tapi biasa antar pimpinan partai dengan partai lain juga sangat cair," terang dia.

Sebelumnya ramai isu terbentuknya poros baru usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Poros Tengku Umar sempat santer terdengar usai Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan.

Terlebih di hari sebelumnya empat Ketum Partai bertemu di DPP Nasdem Kartanegara seperti Ketum Nasdem Surya Paloh, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Airlangga menjelaskan, ia tak mau berandai andai ketika Gerindra ternyata diberikan kesempatan untuk merapat ke pemerintah. Perlu ada komunikasi yang intens terlebih dahulu kepada partai koalisi yang mendukung Jokowi- Ma'ruf Amin di 2019.

"Tentu kami lihat, kami tidak berandai-andai karena ini berbasis pada komunikasi," jelas dia.


Baca juga artikel terkait KABINET JOKOWI-MARUF atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Politik)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight