Indeks Humaniora

Humaniora
Jumat, 27 Agt 2021

Perjalanan Kuntara, dari Tentara hingga Duta Besar Indonesia

Kuntara, jenderal yang meninggal dunia 21 Agustus lalu, pernah menjadi Duta Besar RI di Tiongkok. Karier militernya berakhir di Pangkostrad.
Humaniora
Kamis, 26 Agt 2021

John Lie, Komandan Kapal Penyelundup untuk Kemerdekaan Republik

“Sampai Belanda betul-betul meninggalkan Indonesia, kapal saya akan terus berlayar,” ujar John Lie.
Humaniora
Kamis, 26 Agt 2021

Apa Itu Gaslighting di Berita Lucas NCT Terbaru dan Respons SM

Rumor Lucas WayV terbaru menyangkut gaslighting, apa itu?
Humaniora
Selasa, 24 Agt 2021

Rahmat Shigeru Ono: Serdadu Jepang yang Akhirnya Membela Indonesia

Rahmat Shigeru Ono adalah satu dari sekian banyak serdadu Jepang yang akhirnya membela Indonesia. 
Humaniora
Selasa, 24 Agt 2021

Tinggal di Bawah Tanah karena Bisa dan Terpaksa

Di masa lalu bawah tanah dibangun demi alasan keamanan. Ada pula alasan praktis. Saat ini tinggal di sana jadi pilihan di tengah keterbatasan ekonomi.
Humaniora
Senin, 23 Agt 2021

Amelia Earhart: Pembuka Jalan bagi Perempuan untuk Jadi Penerbang

Prestasi Amelia dan perjuangan gigihnya berhasil membentangkan landasan pacu bagi gadis-gadis muda yang ingin menjadi penerbang.
Humaniora
Senin, 23 Agt 2021

Novel Burung-burung Manyar & Nasionalisme Orang-orang Kalah

Melalui novel Burung-burung Manyar, Romo Mangun mengajak pembaca memikir ulang nasionalisme. Melampaui pandangan dikotomis dalam membaca sejarah.
Humaniora
Sabtu, 21 Agt 2021

Lahirnya BKR dan Dominasi Didikan Jepang dalam Kepemimpinan TNI

Jumlah personel tentara yang mencicipi pendidikan kemiliteran Jepang berlipat lebih banyak ketimbang didikan Belanda.
Humaniora
Senin, 16 Agt 2021

Sejarah Roehana Koeddoes Mendidik Rakyat lewat Sekolah dan Pers

Rohana Koedoes memulainya dari kebiasaan membaca dan menulis. Ia membuat sekolah untuk lingkungan sekitarnya.
Humaniora
Senin, 16 Agt 2021

Peran Joesoef Ronodipoero dalam Sejarah Proklamasi Kemerdekaan RI

Joesoef Ronodipoero adalah tokoh yang berperan penting dalam menyiarkan proklamasi lewat radio. 
Humaniora
Senin, 16 Agt 2021

Sejarah Hidup KH Mas Mansoer: Tokoh Muhammadiyah Anggota BPUPKI

Sejarah hidup KH Mas Mansoer, tokoh nasional yang berperan dalam kemerdekaan RI.
Humaniora
Kamis, 12 Agt 2021

Florence Nightingale: Perawat Modern yang Terjun di Perang Crimea

Perang Crimea menentukan arah perkembangan baru dalam bidang sastra, seni, dan medis.
Humaniora
Senin, 9 Agt 2021

Kematian James Smithson dan Pendirian Museum Terbesar di AS

Harta peninggalan Smithson dimanfaatkan untuk membangun 19 Museum, 9 lembaga penelitian, kebun binatang, dan perpustakaan.
Humaniora
Sabtu, 7 Agt 2021

Suryadi Suryadarma: Panglima Angkatan Udara RI Pertama & Terlama

Suryadarma adalah pendiri dan pemimpin pertama Angkatan Udara. Tak semua orang suka padanya, tapi Sukarno percaya padanya.
Humaniora
Kamis, 5 Agt 2021

Soerjadi Soedirdja, Seorang Jenderal dan Mimpinya di Jakarta

Soerjadi Soedirdja adalah jenderal ke-6 yang menjadi Gubernur Jakarta. Memimpikan Jakarta punya kereta bawah tanah dan memulai rencana reklamasi.
Humaniora
Senin, 2 Agt 2021

Syu'bah Asa: "Kiai" di Tengah Kemelut Ruang Redaksi TEMPO

Syu’bah Asa dipercaya mengasuh rubrik Agama selama 16 tahun hingga dijuluki kiai. Memimpin kawan-kawannya eksodus dari TEMPO.
Humaniora
Minggu, 1 Agt 2021

Djohan Sjahroezah Bergerak di Bawah Tanah

Djohan Sjahroezah membangun jaringan bawah tanah di zaman Jepang. Setelah Indonesia merdeka, jaringan bergerak mendukung RI.
Humaniora
Jumat, 30 Juli 2021

Solusi Akhir, Cara Sistematis Jerman Membantai Jutaan Yahudi Eropa

Setelah Hitler diangkat menjadi Kanselir Jerman, lonceng kematian bangsa Yahudi Eropa mulai berdentang keras.
Humaniora
Jumat, 30 Juli 2021

Wiratmo Soekito, Si Kutu Buku Konseptor Manifes Kebudayaan 1963

Wiratmo Soekito dikenal sebagai konseptor Manifes Kebudayaan 1963. Mendekat pada militer kala kelompoknya dirundung Lekra.
Pendidikan
Senin, 26 Juli 2021

Abdullah Munsyi: Pelopor Sastra Melayu Modern, Dituduh Antek Barat

Karya-karya Abdullah Munsyi menjadi pelopor sastra Melayu Modern. Tak ragu menyisipkan kritik terhadap feodalisme dan kolonialisme.