Menuju konten utama

PWNU Papua Klarifikasi soal Dugaan Pembacokan Warga NU Yahukimo

Korban bukan Rais Syuriyah Kabupaten Yahukimo, Suwito melainkan seorang warga kultural NU di Yahukimo, Ngatiman Hadi asal Jember.

PWNU Papua Klarifikasi soal Dugaan Pembacokan Warga NU Yahukimo
Ilustrasi pembunuhan. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Papua Tony Wanggai mengklarifikasi soal Rais Syuriyah Kabupaten Yahukimo, Suwito, meninggal dunia karena dibacok oleh orang tak dikenal.

“Tidak benar. Suwito masih tetap sehat dan menjabat Ketua Himpunan Keluarga Jawa Madura di Yahukimo. Sementara yang menjadi korban adalah Yatiman/Ngatiman Hadi asal Jember, warga kultural NU di Yahukimo,” kata Tony ketika dihubungi Tirto, Minggu (26/12/2021). Berdasar keterangan polisi, insiden itu terjadi pada Jumat, 24 Desember, pukul 12.15 wit, di Jalan Paradiso, Distrik Dekai.

Ketika itu, korban menuju perkebunan Paradiso guna mengambil pisang dan sayur untuk diantar ke Pasar Kota Dekai. Selang 13 menit kemudian, Ngatiman menghubungi rekannya, Taufik Hidayat dan Hadi, agar menyambanginya ke kebun dengan membawa air minum. Ia mengaku kepalanya dibacok.

Pukul 12.30 wit, Taufik menemukan rekannya sedang duduk di pinggir jalan dalam keadaan lemas sembari menutup kepala dengan kain. Kemudian korban dibawa ke rumah Taufik yang berada satu kilometer dari tempat perkara.

Setelah menerima laporan, personel Satgas Nemangkawi menuju ke rumah saksi (Taufik), lantas membawa korban menuju RSUD Dekai guna penanganan medis. “Sampai di rumah sakit, korban mendapatkan perawatan, kemudian dokter menyatakan korban meninggal dunia,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal.

Selanjutnya polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan masih memburu terduga pelaku.

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBACOKAN atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Restu Diantina Putri