tirto.id - PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) menyatakan kesiapannya menghadapi periode libur Idulfitri 1447 H/2026. Shiro Merry, General Manajer Teknik dan Operasional PT JSN, memastikan kesiapan penuh operasional sejumlah gerbang tol tambahan dan rekayasa lalu lintas lainnya.
Salah satunya adalah pembukaan u-turn di kilometer 492+600 Colomadu. U-turn tersebut dibuka untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi sebagai imbas dari ruas Semarang-Solo yang berlanjut sampai ke ruas Solo-Ngawi.
"Kami tetap melakukan rencana operasional seperti tidak banyak berubah. Cuma, di ruas Colomadu di kilometer 492+600, kami ada bukaan u-turn. Jadi, itu adalah antisipasi untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang biasanya itu dari Semarang-Solo berlanjut sampai ke ekornya sampai ke ruas Solo-Ngawi," ujar Merry saat acara Media Breafing Jasamarga Transjawa Tol Operasional Libur Idulfitri 1447 H, di Semarang, Kamis (12/3).
Kepadatan saat arus balik juga dipengaruhi oleh semakin cepatnya arus lalin dari selatan, khususnya dari wilayah Yogyakarta yang menuju Surabaya.
"Jadi, pertemuan tersebut dari arah Surabaya. Di mana di 487 B itu menjadi area pertama bagi kendaraan yang dari selatan," ucapnya.
Selain u-turn, PT JSN juga menambah fasilitas toilet di rest area KM 575 A dan B serta KM 519 B. Tak hanya toilet, pihaknya juga melengkapi fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Terkait kesiapan gardu tol, dikatakan Merry, semua dalam kondisi baik dan bisa beroperasi.
"Kami ada 7 gerbang tol, ada 50 gardu. Itu bisa beroperasi semua, kami maksimalkan. Nanti untuk top up juga, ada di setiap gerbang kita,” kata Merry.
PT JSN memprediksi puncak mudik Lebaran akan terjadi pada Minggu (15/3/2026). Sebanyak 38.240 kendaraan diperkirakan akan melintas ruas tol Solo-Ngawi sepanjang 90 kilometer itu.
"Prediksi puncak arus mudik lebaran Idulfitri tahun ini diperkirakan pada tanggal 15 Maret 2026 sebanyak 38.240 kendaraan," ujar Direktur Keuangan PT JSN, Surya Panyuluh.
Sementara itu, prediksi puncak arus balik Idulfitri akan terjadi pada tanggal 28 Maret 2026 sebanyak 53.790 kendaraan.
’’Selain itu kami juga memperkirakan adanya puncak lalu lintas komuter untuk gerbang exit yang akan terjadi pada tanggal 22 Maret 2026. Jumlah lalu lintas exit sebesar 69.213 kendaraan dan untuk gerbang entrance sebesar 70.573 kendaraan,'’ lanjut Surya.
Surya menambahkan prediksi total jumlah lalu lintas kendaraan exit selama periode H-10 sampai dengan H+10 Lebaran tahun 2026 (11 Maret—1 April 2026) sebesar 747.164 kendaraan atau rata-rata 33.962 kendaraan per hari.
"Jumlah ini naik sebesar 52 persen dibandingkan dengan kondisi normal, serta naik 0,47 persen dibandingkan realisasi lalu lintas kendaraan di exit periode Lebaran 2025," jelasnya
Prediksi jumlah lalu lintas kendaraan entrance selama periode yang sama sebesar 720.599 kendaraan atau rata-rata 32.754 kendaraan per hari.
"Ini naik sebesar 51,7 persen dibandingkan dengan kondisi normal, serta naik 0,44 persen dibandingkan realisasi lalu lintas kendaraan di entrance periode Lebaran 2025,’’ tambahnya.
PT JSN juga memastikan seluruh sumber daya pendukung telah disiapkan, mulai dari petugas operasional, layanan transaksi, pemeliharaan jalan tol, hingga koordinasi pengamanan dan pengaturan lalu lintas bersama PJR.
"Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan selama periode libur Idulfitri 1447 H tahun 2026," katanya.
Penulis: Romensy Augustino
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






























