PSM di Fase Gugur Piala AFC 2019: Jalan Panjang Menuju 8 Besar

Oleh: Fitra Firdaus - 14 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
PSM memang akan berlaga di semifinal zona ASEAN di Piala AFC 2019. Namun, untuk lolos ke perempat final yang sebenarnya, mereka harus menjalani dua putaran lagi.
tirto.id - PSM sudah resmi lolos ke fase gugur Piala AFC 2019 sebelum bertanding di matchday keenam penyisihan grup melawan tuan rumah Lao Toyota pada Selasa (14/5/2019). Namun, mereka baru tiba di semifinal zona ASEAN, atau dua langkah sebelum 8 besar Piala AFC 2019 yang sebenarnya.

"PSM Makassar melakukan perjalanan ke Laos untuk menghadapi Lao Toyota dengan pemahaman bahwa tugas mereka sudah usai setelah menang 3-2 atas Home United dua pekan lalu dan meraih posisi teratas. Taufik Hidayat ditangguhkan, tetapi Eero Markkanen dan Abdul Rahman dapat dipilih kembali (ke dalam tim)," tulis situs resmi AFC menjelang pada Selasa (14/5/2019) ini.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa PSM sudah tidak membutuhkan apa pun dalam laga ini. Namun, untuk bisa berbicara panjang di Piala AFC, misalnya menembus semifinal "sesungguhnya", Juku Eja mesti bekerja lebih keras.


Sudah menjadi risiko tersendiri bagi tim-tim asal Asia Tenggara untuk memiliki rute yang lebih panjang dibandingkan tim-tim dari zona lain di Piala AFC. Memang ada empat wakil ASEAN yang lolos ke fase gugur. Namun, mereka akan diadu hingga hanya menyisakan satu tim; dan tim inilah yang akan berlaga di perempat final Piala AFC.



Empat wakil ASEAN yang lolos ke fase gugur adalah juara Grup F yang hingga berita ini dimuat belum diketahui, juara Grup G yaitu Ceres Negros (Filipina), juara Grup H PSM Makassar (Indonesia), dan satu tim runner-up terbaik dari ketiga grup di atas (F, G, dan H), yang juga belum diketahui.

Keempat tim itu akan bertarung di fase gugur yang disebut semifinal zona ASEAN. Artinya, akan ada salah satu juara grup yang bertemu dengan runner-up terbaik, dan dua juara grup lainnya bakal saling mengalahkan. Laga akan digelar pada 18-19 Juni (leg pertama) dan 25-26 Juni (leg kedua).

Dua tim yang lolos dari semifinal akan bertemu di final zona ASEAN. Laga akan digelar antara 30 atau 31 Juli untuk leg pertama, dan 6-7 Agustus untuk leg kedua. Barulah dari sini, satu wakil tersisa akan meluncur ke semifinal inter-zona, atau bahasa lebih mudahnya adalah perempat final.

Di babak ini, barulah satu wakil ASEAN tersisa menghadapi lawan-lawan yang sangat tangguh. Pasalnya, tiga tim lain yang ada di sini adalah wakil-wakil dari zona lain. Yang pertama adalah juara Grup D (Asia Tengah), Grup E (Asia Selatan), dan Grup I (Asia Timur).

Sementara itu, di perempat final lain, akan ada empat wakil Asia Barat, yang terdiri dari 3 juara grup A hingga C, ditambah dengan satu runner-up terbaik dari ketiga grup tersebut.



Preseden Buruk 2 Musim Terakhir

Pada AFC Cup 2018, ada empat tim yang berlaga di semifinal zona ASEAN, yaitu Ceres Negros (Filipina), Yangon United (Myanmar), Home United (Singapura), dan Persija. Dari keempat tim itu, Home United yang berhasil lolos ke perempat final. Namun, mereka juga langsung kandas di babak tersebut oleh April 25 (Korea Utara).

Tahun sebelumnya, wakil ASEAN juga langsung rontok di babak perempat final. Ketika itu Ceres Negros yang melaju ke babak tersebut. Namun, mereka digulung oleh Istiklol (Tajikistan) dengan agregat 5-1.

Kini, di tahun ketiga penggunaan format Piala AFC yang seperti saat ini, mungkinkah performa wakil-wakil ASEAN bakal lebih baik? Tantangan untuk PSM untuk berbuat demikian, meski perjalanan mereka bakal sangat berliku.

Baca juga artikel terkait PIALA AFC 2019 atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Fitra Firdaus
DarkLight