Protes Go-Jek, Massa Bakar Ban dan Atribut

Oleh: Adi Briantika - 5 Agustus 2019
Gerakan pengemudi Online melakukan unjuk rasa di kantor Go-Jek dengan menyuarakan "Revolusi Sistem Transportasi Online".
tirto.id - Pengemudi Online Individu se-Jabodetabek yang tergabung dalam Gerakan Hantam Aplikasi Nakal (GERHANA) berunjuk rasa dan mengusung tema "Revolusi Sistem Transportasi Online" di depan kantor Go-Jek, Blok M, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Massa sempat membakar ban, helm dan jaket Go-Jek di lokasi aksi.

"Kami bakar atribut karena tidak ada tanggapan dari pihak Go-Jek sejak pagi," ujar salah satu peserta unjuk rasa.

Dalam aksi tersebut, para pengendara menuntut soal perubahan skema poin 25, di antaranya menolak skema bertambah tapi bonus berkurang, meminta pengembalian skema yang manusiawi, menagih janji open suspend nasional, menghapus order prioritas, dan membuat tarif sewajarnya.

"Sampai kapan kita diperbudak?" demikian bunyi tulisan yang ada di spanduk massa.

Sementara itu, seorang orator menyatakan, jajarannya ingin berdiskusi soal keresahan para pengendara itu.

Berdasarkan pantauan Tirto, pihak kepolisian tampak berjaga di lokasi yang didatangi ratusan pengendara. Aparat membawa tameng dan tongkat kayu sebagai senjata.

Selain itu, dua mobil komando massa turut dihadirkan sebagai panggung orasi. Para pendemo meminta perwakilan Go-Jek menemui massa untuk melakukan dialog.

Polisi dan massa berjarak sekitar 10 meter. Orator meminta massa untuk menjaga diri dan tidak terprovokasi. Pagar betis dari massa berjajar membelakangi Korps Sabhara.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar meminta massa tidak terprovokasi.

"Jika ada yang melempar batu, sepakat kita keroyok dia? Mari sikapi kondisi ini dengan baik, jangan terpancing emosi," ucap Indra di lokasi.


Baca juga artikel terkait DEMO GOJEK atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight