tirto.id - Enam bulan setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran di awal perang melawan Amerika Serikat dan Israel, prosesi pemakaman untuk mendiang Ayatollah Ali Khamenei akhirnya akan digelar selama beberapa hari ke depan. Jenazahnya akan diarak melintasi sejumlah kota di Iran hingga negara tetangganya, Irak.
Khamenei, yang memimpin Iran hampir empat dekade, gugur pada 28 Februari 2026 lalu ketika Amerika Serikat dan Israel secara bersama-sama melancarkan serangan ke rumahnya di Teheran.
Upacara pemakaman yang sempat tertunda akibat peperangan yang berkecamuk itu kini menjadi momen penting bagi negara revolusi Iran untuk menguji kemampuannya dalam menggalang dukungan massa, terutama setelah konflik internal dengan adanya gelombang protes nasional enam bulan sebelumnya.
"Pemerintah Iran kemungkinan besar akan memobilisasi pegawai negeri, pasukan paramiliter, dan publik untuk memadati jalan-jalan sebagai bentuk penghormatan terakhir,” tulis APNews, dikutip Minggu (5/7/2026).
Namun, di balik antusiasme yang diharapkan, kekhawatiran akan tragedi berulang turut membayangi, seperti halnya pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989 yang berujung pada 8 korban jiwa dan ribuan luka akibat desak-desakan. Begitu pula pada 2020, pemakaman Jenderal Qassem Soleimani juga menewaskan sedikitnya 56 orang dalam insiden serupa.
Jadwal Pemakaman: Dari Teheran ke Karbala, Berakhir di Mashhad
Adapun, serangkaian acara duka dimulai Sabtu (4/7/2026) di ibu kota Teheran. Pada Sabtu dan Minggu, jenazah Khamenei akan disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran.
Lalu, pada Senin (6/7/2026), jenazah diarak melintasi jalan-jalan Teheran, lalu dibawa ke Qom, kota pusat pendidikan Syiah yang berjarak sekitar 120 kilometer di selatan.
Selasa (7/7/2026), upacara penghormatan digelar di Qom dan Rabu jenazah diterbangkan ke Karbala, Irak, untuk diberi penghormatan di makam Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad yang menjadi simbol perlawanan bagi umat Syiah.
Hari itu juga bertepatan dengan peringatan tahunan protes besar-besaran yang menewaskan ribuan orang.
Khamenei akan dimakamkan di Mashhad, kota terbesar kedua Iran, pada Kamis (9/7/2026).
Lokasi Peristirahatan Terakhir Khamenei: Makam Imam Reza
Pemerintah Iran menyatakan bahwa Khamenei akan dikebumikan di kompleks suci Imam Reza, imam kedelapan dalam tradisi Syiah, yang terletak di Mashhad.
Jutaan peziarah mengunjungi tempat ini setiap tahun, dan sebuah hadits menyebut bahwa siapa pun yang bersedih atau berdosa akan merasa lega setelah berziarah ke sana.
Sejumlah ulama Syiah terkemuka telah dimakamkan di lokasi yang sama, termasuk Presiden Ebrahim Raisi yang tewas dalam kecelakaan helikopter pada 2024.
Kekhawatiran di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh
Masa gencatan senjata yang tidak mudah, ditambah dengan kesepakatan sementara dengan AS, tampaknya memberi kepercayaan bagi otoritas Iran untuk menggelar upacara besar-besaran ini.
Namun, kekhawatiran akan serangan Israel tetap membayangi, sepanjang perang, Israel telah membunuh sejumlah pemimpin senior, bahkan dalam beberapa kasus menggunakan penampilan publik untuk melacak target mereka.
Situasi diplomatik pun masih panas. Kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni lalu memberi waktu 60 hari untuk merundingkan perjanjian akhir, termasuk menyangkut program nuklir Iran dan Selat Hormuz.
Namun, perundingan teknis di Qatar pekan ini diliputi ketegangan akibat perbedaan mendalam dan baku tembak antara AS dan Iran terkait masa depan selat strategis tersebut.
Salah satu sorotan terbesar adalah ketidakpastian mengenai kehadiran Ayatollah Mojtaba Khamenei, putra mendiang yang kini menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran.
“Diyakini bahwa ia terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya dan masih menjalani persembunyian,” tulis laporan yang sama.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah ia akan muncul di depan publik untuk pertama kalinya selama rangkaian upacara duka ini.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id






























