Profil Singkat Ibnu Sina Bapak Kedokteran Dunia & Karya-Karyanya

Kontributor: Yuda Prinada, tirto.id - 17 Nov 2022 21:15 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Biografi Ibnu Sina, yang dikenal juga sebagai Avicenna, adalah orang yang berpengaruh dalam ilmu kedokteran dunia. Berikut karya-karyanya.
tirto.id - Ibnu Sina dikenal juga sebagai Avicenna (istilah Latin) adalah orang yang berpengaruh dalam ilmu kedokteran dunia. Selain itu, pria kelahiran Bukhara (kini Uzbekistan) ini juga dikenal sebagai ilmuwan, filsuf, dan sastrawan.

Bernama lengkap Abu Ali Al-Husein Ibnu Abdullah Ibnu Sina, pria ini menguasai berbagai ranah pengetahuan. Di antaranya ilmu geometri, logika, fisika, teologi, hukum agama Islam, hingga ilmu kedokteran.

Salah satu karya Ibnu Sina yang terkenal dan digunakan sebagai acuan dunia kedokteran adalah The Canon of Medicine. Di dalamnya berisi prinsip umum kedokteran, obat-obatan, penyakit organ dan bagian tubuh tertentu manusia, dan masih banyak lagi.


Lalu, bagaimanakah profil singkat Ibnu Sina, bapak kedokteran dunia ini?



Profil Ibnu Sina: Masa Kecil hingga Dewasa


infografik al ilmu ibn sina
infografik al ilmu ibn sina


Ibnu Sina lahir di Desa Afsyana yang terletak dekat Bukhara pada 370 Hijriah atau 980 Masehi. Ibunya berasal dari tanah Bukhara, namanya Setareh. Sementara itu, ayah Ibnu Sina bernama Abdullah.

Yun dan kawan-kawan dalam Sejarah Kebudayaan Islam (2015, hlm. 35) menyebut bahwa Abdullah mendidik Ibnu Sina dengan penuh kehati-hatian. Terlepas dari itu, ayahnya ini adalah sarjana yang cukup terpandang di Afganistan (dahulu bernama Balkan).

Sejak umur 10 tahun, Ibnu Sina telah menaruh minat kepada dunia sastra. Selain itu, ia juga mulai membaca Al Quran pada usia tersebut. Mengutip catatan situs Britannica, ia sempat dihadiahkan sebuah perpustakaan oleh Sultan Bukhara.

Hal ini terjadi kala Ibnu Sina berusia 16 tahun. Kala itu, Sultan Bukhara terjangkit penyakit. Ibnu Sina yang sudah sedikit memiliki ilmu kedokteran saat itu bertindak sebagai penyelamatnya.


Karya-Karya Ibnu Sina di Bidang Kedokteran

Ilustrasi Ilmuan Islam
Ilustrasi Ilmuan Islam. foto/Istockphoto


Pada usia 21 tahun, Ibnu Sina memulai karier penulisannya. Hingga akhir hayat, pria ini telah berhasil menulis sejumlah 240 karya. Semuanya mencakup berbagai bidang, misalnya astronomi, geometri, matematika, fisika, metafisika, kimia, musik, filologi, hingga puisi.

Dalam dunia kedokteran, The Canon of Medicine berperan penting. Oleh sebab itu, karya Ibnu Sina ini dicetak dalam bahasa Latin mulai abad ke-12. The New World Encyclopedia menyebut fakta tentang karya Canon yang digunakan sebagai teks utama mahasiswa kedokteran Eropa.

Penggunaan tulisan Ibnu Sina ini terus berlanjut selama beberapa abad di sana. Tentunya, dasar-dasar kedokteran yang diajarkan olehnya bertahan hingga saat ini. Dengan adanya karya tersebut, maka ilmu kedokteran baru bisa berkembang seperti keadaan yang terlihat sekarang.

Selain menggambarkan penyakit tubuh secara rinci, Ibnu Sina ternyata juga tertarik pada pengaruh pikiran. Maksudnya, kala itu ia juga sempat mempunyai konsep tentang pikiran yang bisa memberikan efek kepada tubuh manusia.

Ilmuwan beragama Islam ini menghembuskan nafas terakhirnya pada 428 Hijriah atau 1037 Masehi. Kemudian, ia dikebumikan di Kota Hamadan, tenggara Teheran, Iran. Tepat pada 1950, makam tokoh ini diabadikan menjadi museum.

Selain museum tersebut, juga ada museum yang diabadikan untuk Ibnu Sina. Tempat bersejarah itu dibangun di Bukhara. Di dalamnya terdapat dokumentasi tulisan-tulisan, alat-alat bedah masa lalu, hingga lukisan pasien yang sedang diobati Ibnu Sina.


Baca juga artikel terkait IBNU SINA atau tulisan menarik lainnya Yuda Prinada
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Yulaika Ramadhani

DarkLight