Menuju konten utama

Prediksi IHSG & Rekomendasi Saham Hari Ini, 6 Juli 2023

Posisi IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.601 sampai dengan 6.742. Berikut rekomendasi dari analis.

Prediksi IHSG & Rekomendasi Saham Hari Ini, 6 Juli 2023
Pegawai memotret layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/4/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI pada perdagangan Senin (3/4) ditutup menguat 21,89 poin atau 0,32 persen ke posisi 6.827,1 mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini Kamis (6/7/2023). Posisi IHSG diperkirakan berada pada rentang 6.601 sampai dengan 6.742.

"Hari ini IHSG berpotensi menguat," ujar CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya dalam risetnya.

William mengatakan, mengawali paruh waktu kedua pada tahun 2023, IHSG masih menyimpan potensi penguatan. Peluang perbaikan kinerja emiten sepanjang paruh pertama 2023 masih terbuka lebar di tengah kembalinya mobilitas massa.

Selain faktor tersebut, data-data perekonomian terlansir juga menunjukkan kondisi yang stabil. Dia pun optimistis indeks masih berpeluang menguat pada hari perdagangan hari ini.

Berikut ini beberapa rekomendasi dari Yugen Bertumbuh Sekuritas, untuk saham-saham berpotensi dicermati pada perdagangan hari ini, diantaranya adalah:

- ASII

- AALI

- SMRA

- PWON

- ASRI

- UNVR

- CTRA

- BSDE

- BBCA

Sementara itu, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih merekomendasikan saham milik MDKA. Dia menuturkan MDKA masih layak dikoleksi dengan buy 3.150, target price 3.250, dan stop loss< 3.050.

"MDKA bullish jangka pendek di atas MA-5 dan MA-20 membentuk double bottom. MACD bar histogram positif dan MACD line bergerak naik," katanya.

MDKA menargetkan produksi tambang emas tujuh bukit di tahun 2023 dapat mencapai 120-140 ribu ons. Terlihat, sepanjang kuartal I-2023 telah terealisasi 25,8 ribu ons emas. MDKA juga melakukan ekspansi dengan anggaran belanja modal (capex) senilai 750 juta dolar AS atau Rp11,14 triliun di tahun 2023.

"Sebagian besar capex digunakan untuk proyek Acid Iron Metal (AIM), kemudian setelahnya untuk tambang nikel, yaitu Sulawesi Cahaya Mineral (SCM)," ujarnya.

Selain MDKA, Ratih juga rekomendasikan saham milik BRIS. Menurutnya BRIS masih menarik dicermati dengan buy 1.690, target price 1.740, dan stop loss <1.650.

"BRIS bullish dalam major trend, diatas MA-100 dan MA-20. Volume meningkat dan berpotensi membentuk inverse head and shoulder. Stochastic naik dan MACD bar histogram mulai positif," katanya.

Per Maret 2023, total financing BRIS pada 1Q23 meningkat 20,15 persen YoY menjadi Rp213 triliun, DPK tumbuh 12,8 persen YoY menjadi Rp269,2 triliun. Secara bottom line, net income naik 47,65 persen menjadi Rp1,4 triliun.

Selain itu ROE juga naik 158 bps YoY menjadi 18,16 persen dan NIM berada di level 6,04 persen dibandingkan Kuartal I-2022 sebesar 6,01 persen Adapun pada Mei 2023 pembiayaan syariah yang mengalami lonjakan 19,45 persen YoY turut menjadi katalis positif.

Disclaimer: Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.

Baca juga artikel terkait PROYEKSI IHSG BESOK atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Bisnis
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin