Menuju konten utama

Prabowo Prediksi RI akan Dihujat Pakar soal Target 100 GW PLTS

Meski menyadari risiko dihujat, Prabowo tetap meminta jajaran mulai membangun pembangkit berkapasitas 17 gigawatt pada tahun ini.

Prabowo Prediksi RI akan Dihujat Pakar soal Target 100 GW PLTS
Presiden Prabowo Subianto bersiap menyambut kedatangan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko untuk memperkuat hubungan kemitraan strategis kedua negara di berbagai sektor. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meyakini, Indonesia akan menghadapi gelombang keraguan, bahkan hujatan dari berbagai kalangan ketika pemerintah merealisasikan target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan. Prabowo menilai, target ambisius itu kemungkinan besar akan dipandang mustahil oleh banyak pengamat.

"Dan kita akan di-enyek. Saya kasih tahu, siap-siap kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pinter-pinter itu akan bilang, 'Mana mungkin?'" kata Prabowo saat meresmikan Program Mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Meski menyadari risiko dihujat, Prabowo tetap meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dan PT PLN (Persero) untuk mulai membangun pembangkit berkapasitas 17 gigawatt pada tahun ini sebagai bagian dari target total 100 gigawatt.

"Kita juga sudah diketahui oleh tim dunia, kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya. Seratus gigawatt. Tahun ini PLN akan mulai dengan 17 gigawatt tahun ini. 100 gigawatt dalam dua tahun," ujarnya.

Presiden kemudian meminta konfirmasi kepada sejumlah menteri yang hadir, termasuk Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengenai kesiapan pemerintah merealisasikan target tersebut.

"Bisa Pak Rosan? Bisa. Menteri Ekon bisa? Bisa. Menteri ESDM bisa? Saya tidak tanya Bahlil, akan bisa enggak, bisa lah ya," ujar Prabowo yang disambut tawa para hadirin.

Meski memperkirakan akan menghadapi keraguan publik, Prabowo menilai pengalaman pemerintah dalam menjalankan berbagai program strategis menunjukkan target yang awalnya dianggap sulit tetap dapat diwujudkan. Purnawirawan TNI itu mencontohkan, implementasi mandatori biodiesel B50 yang sebelumnya juga diragukan, tetapi kini berhasil diterapkan.

Prabowo pun menegaskan, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang mewajibkan penggunaan biodiesel dengan campuran 50 persen minyak sawit.

"Kalau ada kemauan, kita bisa. Dan Indonesia bisa, dan Indonesia akan," pesan Prabowo kepada para pejabat di Kabinet Merah Putih.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher