Polisi Selidiki Ancaman Bom ISIS di Tembok FE Unpatti Ambon

Oleh: Adi Briantika - 15 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Polisi menyelidiki teror ancaman bom berupa tulisan di dinding ruang tunggu Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (14/8/2019).
tirto.id - Polisi menyelidiki coretan bernuansa teror ancaman bom yang mengatasnamakan ISIS di dinding ruang tunggu Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (14/8/2019).

"Tim lakukan olah TKP dan koordinasi dengan pihak kampus, juga memeriksa saksi-saksi serta mencari alat bukti lainnya," ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat, ketika dikonfirmasi Tirto, Kamis (15/8/2019).

Tulisan itu ditemukan kemarin. Bunyi kalimat itu yakni "Kami anggota teroris mengancam akan bom Universitas Pattimura dan semuanya. ISIS." Polisi periksa tiga saksi.

Rasul Lakadimu (34), petugas kebersihan, mengatakan sekitar pukul 07.15 WIT ketika dia membuka pintu ruangan Dekan Fakultas Ekonomi, dia melihat tulisan tersebut di dinding sebelah kiri lorong di ruang tunggu dekat tangga lantai 1.

"Setelah melihat tulisan tersebut ia langsung memberitahukan kepada petugas keamanan kampus," kata Roem.

Rasul menambahkan pada Selasa (13/8/2019) ruangan Fakultas Ekonomi lantai 2 digunakan kegiatan Pemilihan Dewan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dari pukul 15.00 WIT hingga 22.00 WIT dan pada pukul 22.30 WIT, ia menutup pagar ruangan kemudian kembali ke rumah.

Saksi kedua ialah Sandro Tetelepta (40), petugas keamanan, mengaku menerima informasi adanya coretan dinding dari Rasul pada 07.18 WIT. Lantas ia ditemani Raul memeriksa coretan itu. Tapi, ketika pergantian petugas piket penjagaan, Sandro lupa menginformasikan itu kepada rekannya yang berdinas setelah dirinya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, Erly Leiwakabessy, jadi saksi ketiga. Ia menyatakan pada Selasa (13/8/2019), ada kegiatan Pemilihan Dewan Mahasiswa Fakultas Ekonomi. 3 dari 4 kandidat jadi yang terpilih, mereka adalah Adolf Larwafu (Ketua), Jansen Atuany (Sekretaris) dan Bagas Tuankotta (Bendahara). Sementara itu, Jihan Damat tidak terpilih dalam komposisi Dewan Mahasiswa.

Dalam keterangannya, Erly mengatakan dalam proses pemilihan terjadi silang pendapat dan perdebatan alot antarkandidat, namun berakhir dengan aman dan terkendali. Selain itu, sering terjadi perdebatan dalam setiap pemilihan Dewan Mahasiswa, namun tidak pernah terjadi tindakan aksi kekerasan.

Polisi masih mencari terduga penulis kalimat tersebut. "Masih dalam tahap penyelidikan," ucap Roem.


Baca juga artikel terkait ANCAMAN BOM atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Maya Saputri
DarkLight