Polisi Antisipasi Penyempitan Jalur Tol Layang Japek Saat Nataru

Oleh: Adi Briantika - 13 Desember 2019
Penyempitan lajur di Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek akibat masih adanya pekerjaan konstruksi.
tirto.id - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan mengantisipasi adanya penyempitan lajur di Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek (Japek) saat libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 akibat masih adanya pekerjaan konstruksi.

"[Tol] elevated turun di KM 48 mesti kami antisipasi karena ada penyempitan. Kami kelola sambung [melanjutkan jalur hingga] pecahnya [arus lalu lintas] di KM 66 [arah] ke Bandung dan Jawa," ucap Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2019).

Selain itu, Korlantas akan berkoordinasi dengan pengelola rest area setempat untuk mengantisipasi pengendara dari arah Jakarta yang ingin beristirahat. Polisi juga mengupayakan batas maksimal kemacetan agar tidak menumpuk di jalan tol yakni 10 kilometer.

"Jarak rekomendasi antrean 5 kilometer, maksimal 10 kilometer, itu sudah harus dipenggal di gate berikutnya," tutur Istiono.

Tak hanya di Tol Layang Japek, Korlantas Polri juga akan mengantisipasi kemacetan di ruas tol lain. Polisi memprediksi pintu keluar Tol Brebes (Brexit) menuju Semarang tidak terjadi kemacetan, namun Korlantas memprediksi penumpukan kendaraan justru akan terjadi di Pejagan.

Bila di Pejagan padat kendaraan, maka pengendara akan diarahkan ke Cirebon Barat. Polisi belum memutuskan penggunaan skema satu arah lantaran menunggu situasi arus lalu lintas di lokasi.

Sementara, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan pihaknya telah memetakan daerah prioritas pengamanan pada libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

"Contohnya Jawa, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua dan Papua Barat," kata Argo di Mabes Polri, Kamis (12/12/2019).


Baca juga artikel terkait TOL LAYANG JAKARTA-CIKAMPEK atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Bayu Septianto
DarkLight