Pertama Kali Pemilu Serentak, Warga Ciganjur Masih Ada Yang Bingung

Oleh: Alfian Putra Abdi - 17 April 2019
Warga mengaku, sudah mengetahui proses pencoblosan Pemilu 2019 sejak jauh-jauh hari. Kendati tak merasakan kendala, namun ada yang khawatir soal pemilih yang sudah lanjut usia.
tirto.id - Dwijaya Kusuma (36) mengaku tidak terlalu kesulitan dalam proses pencoblosan yang berlangsung serentak antara Pilpres dan Pileg 2019.

"Bagi saya tidak menyulitkan yah, walaupun ini yang pertama dilakukan serentak," ujarnya usai menggunakan hak suaranya di TPS 076 RT.002/05, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu, (17/4/2019).

Ia mengaku, sudah mengetahui proses pencoblosan kali ini sejak jauh-jauh hari. Kendati dirinya tak merasakan kendala, namun ia mengkhawatirkan pemilih yang sudah lanjut usia.

"Tapi tidak tahu kalau yang sudah sepuh. Soalnya nama caleg DPRD dan DPDnya banyak," lanjutnya.

Sementara itu Abdurrohim (77) yang tercatat sebagai DPT untuk TPS 078 RT.002/05 Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan mendaku mengalami hambatan ketika hendak memilih. Faktornya disebabkan banyaknya nama-nama yang harus coblos.

"Saya agak lama tadi. Nggak tahu juga berapa lama. Tapi memang membingungkan karena yang DPRD banyak sekali, DPD juga gitu," ujarnya di lokasi.

Padahal, ucapnya, sudah ada sosialisasi mengenai mekanisme Pemilu 2019 sejak lama. Namun tetap saja hal tersebut masih membuatnya kebingungan.

"Alhamdulillah lancar. Semoga [Pemilu 2019] membawa perubahan. Karena itu yang diharapkan dari setiap pemilu, kan," pungkasnya.

Rencananya di TPS 076 akan menjadi tempat pemungutan suara bagi anak kedua Gus Dur, Yenny Wahid beserta suaminya.

Sementara untuk Istri Gus Dur, Sinta Wahid dan anak-anaknya yakni Alissa, Anita, dan Inayah akan menggunakan hak suaranya di TPS 078. Sejauh ini dari pantaun tirto di kedua lokasi, keluarga Gus Dur belum tampak hadir.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Alfian Putra Abdi
(tirto.id - Politik)

Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight