Menuju konten utama

Perdamaian AS dan Iran Hampir Final, Apa Saja Poin Utamanya?

Pakistan sedang mempersiapkan penandatanganan elektronik perjanjian damai antara Iran dengan Amerika Serikat.

Perdamaian AS dan Iran Hampir Final, Apa Saja Poin Utamanya?
Konfilk Iran dan Amerika . FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Amerika Serikat (AS) dan Iran berada di ambang kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Dilansir dari APnews, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan, kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang di Timur Tengah kini lebih dekat dibandingkan sebelumnya dan diperkirakan rampung dalam waktu 24 jam.

Pakistan sedang mempersiapkan penandatanganan elektronik perjanjian tersebut.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan kesepakatan itu dijadwalkan ditandatangani dalam waktu dekat dan Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan tidak akan ada penandatanganan dalam waktu dekat. Ia tetap membuka kemungkinan hal tersebut terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Perang yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 telah mengguncang kawasan dan hampir menghentikan pengiriman minyak serta gas alam dari Teluk Persia. Gencatan senjata telah berlaku sejak 7 April.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui:

Periode 60 hari akan Digunakan Membahas Program Nuklir Iran

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan ketentuan terkait penanganan program nuklir Iran akan dirampungkan dalam waktu 60 hari setelah perjanjian awal ditandatangani dan para pihak dapat memutuskan untuk memperpanjang periode tersebut.

AS dan Israel khawatir program nuklir Iran dapat mengarah pada pengembangan senjata atom, yang menjadi salah satu alasan utama para pemimpin kedua negara itu untuk melancarkan perang. Teheran bersikeras upaya nuklir ditujukan untuk tujuan damai.

Di satu sisi, seorang pejabat senior pemerintahan Amerika Serikat mengatakan, kesepakatan yang sedang dirumuskan akan memulai proses penghancuran atau pemindahan uranium milik Teheran.

Pejabat tersebut mengatakan bahwa periode 60 hari setelah kedua pihak menandatangani kesepakatan akan digunakan untuk menyusun rincian teknis terkait pemindahan uranium tersebut. Ia tidak menjelaskan siapa yang menurut AS akan bertanggung jawab atas proses pemindahan uranium itu.

Kemungkinan Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Pejabat AS tersebut mengatakan, kesepakatan yang sedang dirumuskan mencakup ketentuan untuk membuka kembali selat tersebut.

Araghchi mengatakan, Iran menginginkan kesepakatan yang memungkinkan Teheran mengenakan biaya kepada kapal-kapal atas layanan yang diberikan saat melintasi selat tersebut. Iran memberlakukan sistem pungutan selama perang berlangsung, yang menurut AS dan sejumlah negara lain melanggar hukum internasional.

Gangguan terhadap lalu lintas di selat tersebut, yang merupakan jalur pelayaran vital bagi minyak dan gas alam, telah mengacaukan pasokan energi global, mendorong kenaikan harga bahan bakar, serta membuat harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya seperti pupuk menjadi lebih mahal, bahkan jauh di luar kawasan Timur Tengah.

Kesepakatan akan Mencakup Pelonggaran Sanksi terhadap Iran

Tiga pejabat kawasan mengatakan, kesepakatan yang sedang dirumuskan diperkirakan mencakup pencabutan sanksi terhadap Iran secara bertahap serta pelepasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.

Mereka mengatakan, upacara penandatanganan kesepakatan diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang setelah para pejabat di Washington dan Teheran memberikan persetujuan.

Nasib Lebanon Masih Belum Jelas

Iran bersikeras setiap kesepakatan juga harus mencakup gencatan senjata di Lebanon, tempat Israel selama ini bertempur melawan kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan pihaknya masih dapat bertindak secara independen terhadap Iran. Israel juga tidak akan menarik pasukannya dari wilayah-wilayah yang saat ini didudukinya di Lebanon, Suriah, dan Gaza.

Kemudian, Israel juga tidak akan menarik diri dari kamp-kamp pengungsi di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki Israel.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto