tirto.id - Pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap bocah berusia 12 tahun inisial S ditangkap polisi. Aksi kejahatan dilakukan pelaku terjadi di Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI, Sumsel, Kamis (16/4/2026).
Pelaku berinisial M (23) itu berdalih nekat melakukan aksi kejahatan lantaran menaruh dendam. Pelaku adalah warga sekampung dengan korban di Desa Sungutan Air Besar, Pangkalan Lampam, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Pelaku dan korban diketahui saling mengenal dan hubungan keduanya terbilang cukup dekat.
Kasi Humas Polres OKI, Iptu Hendi Yusrian, mengungkapkan penangkapan dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat atas keterlibatan tersangka dalam kasus tersebut. Tersangka ditangkap tanpa perlawanan di Kayuagung, OKI, Senin (27/4/2026).
"Tersangka sudah ditangkap oleh tim gabungan dari polres, polsek, dan Jatanras Polda Sumsel," kata Iptu Hendi Yusrian, Selasa (28/4/2026).
Kepada polisi, pelaku berdalih sakit hati dengan ejekan korban terhadapnya yang disebutnya kerap kali terjadi. Ia lantas melampiaskan dendam ketika bertemu korban yang mengendarai sepeda motor seorang diri.
Mulanya, tersangka mengajak korban ke kebun karet hingga terjadi pembunuhan. "Pengakuan tersangka karena sakit hati sering diejek korban, dia menaruh dendam," kata Hendi.
Usai membunuh, tersangka kabur membawa sepeda motor dan ponsel milik korban. Sementara hasil visum, korban mengalami luka tusuk di ulu hati, pinggang kanan tembus hati, leher, dan dada.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 479 Ayat (3) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, dan Pasal 80 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman dalam pasal-pasal itu paling lama 15 tahun penjara.
Sebelumnya, S ditemukan tewas di kebun karet dengan kondisi banyak luka tusuk dan sayat di tubuhnya. Penemuan itu sontak membuat masyarakat setempat heboh dan berbondong-bondong mendatangi lokasi yang cukup jauh dari pemukiman.
Warga melihat korban dalam posisi tertelungkup di semak-semak dengan masih mengenakan pakaian lengkap. Polisi datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan olah TKP.
Saat tubuhnya dibalik, korban ternyata tinggal di desa tersebut. Sontak hal itu membuat warga, terutama keluarganya yang turut menyaksikan histeris. Mereka tak menduga korban tewas mengenaskan.
Dari informasi diperoleh polisi, korban dikabarkan pergi menggunakan sepeda motor yang dipinjam dari temannya untuk membeli nasi tak jauh dari rumahnya, Rabu (15/4/2026) malam. Dalam perjalanan, korban diduga dirampok dan dibunuh lalu dibuang ke kebun.
Dugaan perampokan muncul setelah sepeda motor yang dikendarai korban tidak ditemukan. Ponsel miliknya juga tak lagi diketahui keberadaannya.
Penulis: Irwanto
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































