Penyintas Bom Thamrin Berkumpul dan Ajak Rayakan Perbedaan

Oleh: Mohammad Bernie - 13 Januari 2019
Sejumlah penyintas bom Thamrin berkumpul di sekitar lokasi teror itu pada hari ini. Mereka menyerukan agar masyarakat menerima perbedaan.
tirto.id - Aksi teror pernah terjadi di ibu kota pada 14 Januari 2016 silam. Teror dimulai pukul 10.30 WIB di kedai kopi Starbucks, Skyline Building, Thamrin, Jakarta Selatan. Saat itu, Ahmad Muhazan tiba-tiba meledakkan dirinya, mengakibatkan sejumlah orang luka berat, sementara badan pelaku hancur.

Sekitar 10 detik berselang, muncul lagi ledakan dari pos polisi jalan M.H Thamrin yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari lokasi ledakan pertama.

Namun, teror belum berakhir, ketika polisi sedang mengamankan lokasi ledakan, dari arah kerumunan muncul Sunakim alias Afif dan Muhamad Ali. Keduanya menembaki sejumlah polisi.

Akibat kejadian ini, terdapat 21 korban. Delapan di antaranya meninggal dunia: empat merupakan pelaku dan sisanya warga sipil. Sementara 13 korban lainnya menderita luka-luka.

Hari ini, 13 Januari 2019 atau 3 tahun berselang, belasan orang penyintas teror bom tersebut yang tergabung dalam Sahabat Thamrin berkumpul kembali dan mengunjungi lokasi teror.

Mereka menyerukan agar masyarakat di Indonesia menerima perbedaan serta merayakan kebersamaan.

"Peristiwa teror tersebut pada dasarnya adalah upaya para pelaku untuk menunjukkan bahwa mereka memilih pilihan dan keyakinan berbeda dengan kita," kata Juru Bicara Sahabat Thamrin Dwi Siti Rhomdoni di area pedestrian M.H Thamrin, Minggu (13/1/2019).

"Perbedaan itu hendak mereka paksakan agar kita mau memilih sikap yang sejalan dengan mereka," dia melanjutkan.

Dwi pun beranggapan, di tengah hiruk pikuk Pemilu 2019 yang hanya tinggal beberapa bulan lagi, makin penting untuk menyuarakan persatuan dan merayakan perbedaan di tengah kebersamaan.

Dalam kesempatan ini, Dwi pun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah merealisasikan kompensasi kepada 13 orang penyintas teror bom Thamrin. Namun, ia pun berharap negara segera merealisasikan kompensasi kepada korban aksi teror lain yang belum menerimanya.


Baca juga artikel terkait BOM THAMRIN atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Addi M Idhom