tirto.id - Menantea, lini bisnis milik kreator konten Jerome Polin, resmi mengumumkan penutupan seluruh gerai pada 25 April 2026 mendatang. Dugaan fraud dikabarkan jadi salah satu penyebab bisnis ini tutup.
Penutupan seluruh gerai Menantea tersebut diumumkan Direktur Utama Menantea, Jeihan Panangian Sijabat, melalui akun Instagram-nya pada Jumat (10/4/2026). Kakak dari Jerome Polin ini menyebut bahwa operasional seluruh gerai Menantea akan dihentikan pada 25 April mendatang.
"Setelah 5 tahun, Menantea akan melakukan pemberhentian kegiatan operasional seluruh toko pada tanggal 25 April 2026," tulis Jeihan.
Dalam unggahan tersebut, Jeihan juga menjelaskan penyebab tutupnya merek bisnis Menantea. Dalam keterangannya, Jeihan menyiratkan adanya dugaan fraud yang dilakukan mitra usaha mereka.
"Sayangnya kami belum siap menghadapi sisi gelap dunia bisnis. Kami kurang melakukan background research terhadap calon partner bisnis, kami tidak rutin melakukan audit internal keuangan," tulisnya.
Jeihan menjelaskan bahwa ia dan adiknya telah menjalankan Menantea bersama mitra pada April 2021 lalu. Semula, semua tampak berjalan biasa saja.
Namun, dalam dua tahun terakhir, Jeihan menyebut bahwa ia dan adiknya menerima kabar tak sedap. Keduanya mengetahui bahwa ada kesalahan dalam operasional Menantea selama ini.
Jeihan menyatakan, kesalahan itu mereka ketahui ketika mitra mereka menjelaskan adanya masalah di lapangan. Kemudian, masalah bermunculan. Supplier Menantea mengabarkan pada Jeihan bahwa ada tunggakan yang tidak terbayar. Kantor pajak juga menghubungi Jeihan dan mengabarkan bahwa ada kesalahan laporan pajak yang tak dibenahi Menantea sejak awal berdiri.
"Hingga tim internal yang memberi informasi tentang indikasi fraud di dalam Menantea," tulis Jeihan.
Kakak beradik itu lalu melakukan pembenahan internal. Keduanya mendatangkan akuntan publik untuk mengaudit Menantea.
Dari sana, Jeihan dan Jerome mengetahui bahwa hak para pegawai Menantea tak seluruhnya telah terbayarkan. Tagihan bahan baku dan utang pajak juga ditemukan.
Setelah mengetahui hal terseut, Jerome dan Jeihan lalu berupaya membenahinya satu per satu. Hal ini, katanya, dilakukan dalam kurun waktu dua tahun.
"Hampir seluruhnya kami lakukan menggunakan biaya dari kantong sendiri," tulis Jeihan.
Sengkarut masalah internal di Menantea itu kemudian membuat Jeihan dan Jerome memutuskan untuk menutup bisnis Menantea. Jeihan menyebut keputusan ini diambil demi mencegah hal serupa terjadi di masa depan.
"Menantea izin tutup toko. Mintea1 & Mintea2 signing off," tulisnya.
Baik Jeihan maupun Jerome tak menyebut identitas mitra tersebut secara gamblang dalam keterangannya. Namun, Jerome membuat komentar pada unggahan kakaknya, menyebut bahwa dari mitra tersebut ia belajar untuk tidak gampang percaya dengan orang lain.
"Biggest lesson: Jangan gampang percaya sama orang, meskipun keliatannya udah berpengalaman, bisa aja nilep/menipu. Pastikan kita ngerti bisnisnya, dan bikin kontrak/perjanjian yang jelas di awal," tulis Jerome di kolom komentar.
Sebelumnya, Menantea merupakan bisnis Jeihan dan Jerome untuk merambah dunia bisnis makanan dan minuman. Merek ini muncul pada 2021 dan berkembang dengan cepat, Menantea dilaporkan memiliki 200 outlet yang tersebar di berbagai kota, termasuk Papua.
Akan tetapi, perkembangan bisnis tersebut diterpa isu tak sedap sejak 2023. Menantea diisukan mengalami kebangkrutan.
Meskipun sempat dibantah oleh manajemen Menantea, namun isu tersebut sesuai dengan keterangan Jeihan baru-baru ini. Penjelasan Jeihan itu mengonfirmasi bahwa telah terjadi salah urus hingga dugaan fraud dalam pengelolaan bisnis tersebut, membuat jenama ini terpaksa ditutup pada 2026.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































