Penyebab ASI Tak Lancar dan Cara Mengatasinya untuk Ibu Menyusui

Oleh: Adrian Samudro - 18 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
Penyebab rendahnya ASI yang diproduksi selama menyusui: waktu yang terlalu lama untuk mulai menyusui, kurangnya frekuensi menyusui, pemberian suplemen, obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
tirto.id - Debat cawapres pada Minggu (17/3/2019) malam menghadirkan bahasan mengenai isu stunting [kekerdilan pada anak] yang mana kedua cawapres, Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno menyinggung soal gizi ibu dan gizi anak.

Dalam sesi tanya jawab, Sandiaga menceritakan pengalaman istrinya Nur Asia Uno terkait persoalan tersebut, juga sekaligus menjawab pernyataan Ma’ruf Amin yang mengatakan ASI wajib diberikan sejak anak pertama kali lahir sampai pada dua tahun pertama.

Namun, Sandiaga mengatakan istrinya tidak bisa memberikan ASI lagi karena berhenti dan tidak keluar di saat anak bungsunya baru berusia 6 bulan. Hal ini juga dialami oleh ibu – ibu lain, katanya.

Dari kasus tersebut terdapat beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produksi ASI dan bahkan tidak keluar sama sekali.

Mayo Clinic menulis, sejumlah faktor dapat menyebabkan rendahnya ASI yang diproduksi selama menyusui, seperti waktu yang terlalu lama untuk mulai menyusui, kurangnya frekuensi menyusui, pemberian suplemen, obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Selain itu, laman komunitas kesehatan ibu dan bayi Dispensary menuliskan beberapa faktor lain yang memicu produksi ASI seperti stress, gangguan kecemasan, pernah melakukan operasi payudara, atau sedang menggunakan obat-obatan. Selain itu posisi menyusui yang salah dan memberikan dot kepada bayi juga dapat mengurang stimulasi menyusui. Faktor lain adalah nutrisi ibu yang buruk (kurang dari 1500 kalori per hari).

Untuk mengatasi permasalahan ini, Mayo Clinic menyarankan sesegara mungkin untuk menyusui bayi setelah melahirkan dengan melakukannya sesering mungkin selama beberapa minggu pertama dengan frekuensi 8 hingga 12 kali sehari setiap dua hingga tiga jam.

Pastikan bayi Anda berada diposisi yang pas untuk menelan ASI, dan berikan melalui kedua payudara Anda secara bergantian agar persediaan ASI tetap terjaga.

Jika Anda melewatkan sesi menyusui, usahakan pompa payudara Anda untuk membantu menjaga persediaan ASI Anda dan jangan berikan dot sebagai alternatif sampai tiga atau empat minggu setelah kelahiran.

Gunakan obat-obatan dengan hati-hati, karena beberapa obat dapat menurunkan suplai ASI Anda, termasuk yang mengandung pseudoephedrine (Sudafed, Zyrtec, lainnya). Penggunaan alat kontrasepsi hormonal juga harus dengan konsultasi dokter, setidaknya sampai Anda sudah bisa menyusui dengan baik.

Hindari juga meminum alkohol dan merokok karena dapat menurunkan produksi ASI. Menjaga suplai ASI merupakan hal penting selama menyusui untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi Anda. Lakukan konsultasi dengan dokter jika Anda mengkhawatirkan suplai ASI atau makanan bayi Anda tidak mencukupi.


Baca juga artikel terkait ASI atau tulisan menarik lainnya Adrian Samudro
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Adrian Samudro
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight