Pentingnya Deteksi Dini untuk Cegah Penyakit Jantung

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 2 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Penyakit jantung merupakan penyakit degeneratif yang terjadi akibat memburuknya jaringan atau organ tubuh seiring berjalannya usia.
tirto.id - Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab banyaknya kematian orang di dunia. Sehingga penting untuk melakukan deteksi dini guna mencegah penyakit jantung.

Penyakit jantung merupakan penyakit degeneratif yang terjadi akibat memburuknya jaringan atau organ tubuh seiring berjalannya usia.

Dokter spesialis jantung, Dafsah Arifa Juzar menyarankan orang-orang yang berusia lebih dari 30 tahun untuk melakukan pemeriksaan jantung.

"Jadi kalau di atas 30 tahun, sebaiknya lakukan check up jantung untuk menilai risikonya sedang atau tinggi dalam lima tahun ke depan," kata Dafsah dilansir Antara.

Dafsah mengatakan, pencegahan jauh lebih baik ketimbang menunggu hingga penyakit jantung terlanjur datang.

"Jangan tunggu serangan dulu baru kita urus, karena kalau sudah kena serangan jantung, urusannya sama waktu. Kalau tidak cepat ditangani, ototnya semakin rusak."

Ia juga mengatakan, jika merasa terkena serangan jantung, segeralah pergi ke Instalasi Gawat Darurat untuk mendapatkan penanganan dari dokter.

Menangani secepat mungkin perlu dilakukan agar otot jantung yang rusak tidak bertambah banyak. Tindakan dari dokter dilakukan untuk membatasi kerusakan fungsi jantung.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada lebih dari 17 juta orang di dunia yang meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, di Indonesia ada sekitar 2,7 juta individu yang menderita penyakit jantung atau 15 dari 1000 orang.

Tips Menjaga Kesehatan Jantung


1. Kurangi merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang perlu ditinggalkan terlebih jika memiliki risiko penyakit jantung, seperti dilansir laman kemkes.

Merokok dapat membuat tubuh menjadi stres oksidatif yang dapat meningkatkan perkembangan plak lemak di dalam pembuluh jantung koroner.

2. Pola makan yang sehat

Berikut adalah prinsip dasar pola makan sehat untuk jantung:
  • Pola makan tinggi buah dan sayuran,
  • Makanan kaya gandum (oat),
  • Sumber protein seperti ikan.
  • Makanan yang dimakan harus rendah garam dan lemak saturasi.
  • Hindari lemak saturasi yang buruk untuk jantung, banyak dijumpai pada makanan cepat saji, atau makanan yang digoreng.
  • Makanan lebih baik direbus, dikukus atau dipanggang daripada digoreng.
3. Jaga berat badan ideal

Menurunkan beberapa kilogram berat badan dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Berat badan berlebih biasanya lekat kaitannya dengan penyakit jantung, diabetes, dan kadar kolesterol yang buruk.

4. Tetap aktif

Apapun olahraganya, mulailah dari sekarang. Olahraga dapat menjaga berat badan tetap ideal, menurunkan risiko terkena penyakit jantung, dan stroke.

Pilihlah olahraga yang disukai, bisa dimulai dari bermain bulutangkis, hingga berjalan cepat di sekitar rumah.

5. Batasi alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah tinggi yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan penyakit jantung.

Selain itu, alkohol yang berlebihan meningkatkan terjadinya penyakit hati.

6. Kelola stres

Stres berhubungan dengan sistem imun dan terjadinya penyakit. Jika sedang berada di bawah tekanan dan stres, carilah pertolongan, bicaralah dengan orang terdekat atau lakukan kegiatan yang disukai untuk menurunkan tingkat stres.

7. Kontrol ke dokter

Banyak orang yang takut untuk kontrol ke dokter. Padahal degan melakukan konsultasi dan pemeriksaan, dapat mencegah berbagai penyakit pada tahap dini.

Jadi, jangan menunda datang ke dokter sampai penyakit serius sudah menyerang tubuh.


Baca juga artikel terkait PENYAKIT JANTUNG atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight