Peneliti: Konservasi Hutan Terbukti Selamatkan Harimau

- 6 April 2016
Dibaca Normal 1 menit
Penelitian terbaru yang dihasilkan oleh gabungan peneliti dari berbagai organisasi mengungkapkan harapan baru dalam penyelamatan populasi harimau melalui penambahan lanskap habitatnya di seluruh dunia.
tirto.id - Penelitian terbaru yang dihasilkan oleh gabungan peneliti dari berbagai organisasi mengungkapkan harapan baru dalam penyelamatan populasi harimau melalui penambahan lanskap habitatnya di seluruh dunia. Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Minnesota, Resolve, Smithsonian Conservation Biology Institute, Rainforest Alliance, Stanford University, dan World Resources Institute (WRI) tersebut menunjukkan tingkat kehilangan hutan di habitat harimau lebih rendah dari yang diperkirakan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima kantor berita Antara pada Rabu, (6/4/2016), Nepal dan India melaporkan adanya peningkatan populasi masing-masing sebesar 62 dan 31 persen, dimana sebagian besar keberhasilan ini diakibatkan oleh inisiatif konservasi seperti pemeliharaan lanskap batas wilayah.

"Sangat luar biasa dan tidak disangka bahwa habitat harimau relatif terpelihara dengan baik selama kurun waktu 14 tahun. Hal ini bukan merupakan tanda bahwa habitat harimau berada dalam situasi aman, namun menunjukkan bahwa harimau dapat kembali dari ambang kepunahan jika kita membuat pilihan pengelolaan hutan yang tepat. Kami telah melihat hasilnya di wilayah seperti batas natara Nepal dan india, di mana tutupan pohon pulih kembali dengan bantuan masyarakat dan populasi harimau meningkat tajam," kata peneliti dari Universitas Minnesota, Anup Joshi.

Ia menegaskan bahwa populasi harimau dapat pulih dengan cepat ketika habitat dan mangsa bagi harimau tersedia luas dan perburuan dikontrol. Hingga saat ini populasi harimau di dunia kurang dari 3.500 ekor

Di sisi lain, habitat hutan global selama periode 2001-2014 hilang mendekati angka 8 persen atau 79.600 kilometer persegi di seluruh dunia. Lanskap hutan yang hilang dengan luasan tersebut diperkirakan dapat mendukung kehidupan sekitar 400 harimau.

Sebagian besar kehilangan hutan di habitat harimau tersebut terjadi di 10 lanskap yang seringkali disebabkan oleh konservasi hutan alami menjadi perkebunan untuk komoditas pertanian seperti kelapa sawit.

Penelitian ini menambah peluang bagi pelaksanaan inisiatif internasional untuk menambah populasi harimau hingga 2022 (inisiatif yang lazim disebut “Tx2”), melalui tambahan investasi konservasi.

Inisiatif Tx2 memerlukan komitmen negara-negara di dunia dalam pemulihan koridor-koridor utama antara bagian-bagian hutan yang tersisa, mengimplementasikan infrastruktur hijau untuk mencegah fragmentasi habitat, dan pemindahan serta sosialisasi populasi harimau oleh pengelola konservasi.

Penelitian ini adalah yang pertama dalam hal penggunaan data satelit resolusi tinggi dan menengah guna menginvestigasi perubahan tutupan pohon secara sistematis di seluruh 76 Lanskap Konservasi Harimau. (ANT)

Baca juga artikel terkait KONSERVASI HUTAN atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - )

Reporter: Putu Agung Nara Indra
Penulis: