Pemprov DKI Proses 1.567 Dokumen Imbas Perubahan 22 Nama Jalan

Penulis: - 6 Jul 2022 13:26 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pemprov DKI Jakarta telah memproses 36,7 persen dari total target 4.267 dokumen yang terdampak perubahan nama jalan.
tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memproses sebanyak 1.567 dokumen kependudukan imbas perubahan 22 nama jalan. Angka itu sekitar 36,7 persen dari total target 4.267 dokumen hingga Selasa (5/7/2022).

"Dokumen kependudukan itu terdiri dari kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Budi Awaluddin, Rabu (6/7/2022).

Budi merinci jumlah target cetak KK mencapai 1.358 lembar dan KTP sebanyak 2.909 lembar. Dari jumlah itu, KK yang sedang proses sebanyak 608 lembar atau 44,77 persen dan KTP sebanyak 959 lembar atau 32,97 persen.

Adapun target cetak KK dan KTP paling banyak tercatat di Jakarta Timur mencapai 1.817 KTP dan 830 KK. Sedangkan wilayah Jakarta Utara, tidak ada target cetak KK dan KTP karena tidak ada perubahan data dokumen.

"Karena kawasan apartemen di KTP tidak menyebutkan nama jalan hanya mencantumkan apartemen, blok dan nomor," kata dia.

Sedangkan wilayah yang sudah melebihi 100 persen yakni Jakarta Barat dengan 108 KTP dan 65 KK. Angka itu melebihi target cetak KTP sebanyak 101 dan KK sebanyak 44 lembar.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 565 tahun 2022 tentang Penetapan Nama Jalan, Gedung dan Zona Dengan Nama Tokoh Betawi dan Jakarta, terdapat 22 nama jalan baru dengan nama yang berasal dari tokoh Betawi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan perubahan nam jalan itu untuk menghargai jasa tokoh Betawi kepada Jakarta.

Perubahan nama jalan dengan nama tokoh Betawi tersebut, berdampak terhadap perubahan nama jalan di kolom dokumen administrasi.

Berikut daftar nama jalan yang diubah Anies:
  1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)
  2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)
  3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)
  4. Jalan H. Bokir Bin Dji'un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)
  5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)
  6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)
  7. Jalan H. Roim Sa'ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat)
  8. Jalan KH. Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur)
  9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)
  10. Jalan KH. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara)
  11. Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)
  12. Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5).
  13. Jalan H. Imam Sapi'ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)
  14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76).
  15. Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara).
  16. Jalan H. M. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan).
  17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII).
  18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke).
  19. Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat).
  20. Jalan Guru Ma'mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya).
  21. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).
  22. Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).

Baca juga artikel terkait PERUBAHAN NAMA JALAN JAKARTA atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight