Menuju konten utama

Pemerintah Targetkan Perjanjian Dagang RI-Eurasia Capai Rp78 T 

Indonesia menyatakan berkomitmen untuk menjalin perdagangan dengan Uni Eurasia.

Pemerintah Targetkan Perjanjian Dagang RI-Eurasia Capai Rp78 T 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan materinya pada Seminar Nasional "Call for Paper" di Hotel Jayakarta, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, NTB, Senin (22/10/2018). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/hp.

tirto.id -

Kementerian Perdagangan menandatangani komitmen penandatanganan perjanjian dagang atau Memorandum of Cooperation (MoC) dengan Uni Eurasia setelah dua tahun melalui masa penjajakan. Pemerintah menargetkan ke depan jumlah transaksi perdagangan bisa mencapai Rp78 triliun.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan, total transaksi dagang RI-Uni Eurasia saat ini mencapai 2,79 billion dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp39 triliun dengan kurs Rp14.093.

"Iya kita coba naikkan setidaknya dua kali lipat. Kita ini kan sekarang total perdagangan 2,79 billion dolar AS di antara Indonesia dengan Eurasia," jelas dia di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (14/2019).

Uni Eurasia atau Eurasian Economic Union (EAEU) adalah uni kerja sama ekonomi yang terdiri dari Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kyrgyzstan.

Enggar mengatakan, secara resmi penandatanganan MoC dengan Uni Eurasia itu akan dilakukan pada bisnis forum pada tahun ini. Kedua belah pihak setuju melakukan MoC terlebih dahulu sebagai langkah peningkatan perdagangan masing-masing negara."

Karena kita yang mengajak dan bersama dengan satu kelompok negara yang punya standar, sejauh itu memang pada dasarnya adalah bagaimana meningkatkan hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Eurasia. Kita ikutin, enggak ada soal buat kita. Demikian juga buat beberapa negara Asia yang lainnya," papar dia.

Ia menjelaskan, produk crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit menjadi andalan RI untuk dijual ke Rusia.

"Negara-negara yang lain belum sebesar itu. Dengan adanya ini kita bisa langsung ke 5 negara itu melalui satu proses untuk bisa mendekat dan membuka ini benar-benar opening the door untuk kita," jelas dia.

Baca juga artikel terkait PERJANJIAN DAGANG atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Agung DH