Pedagang Pasar Positif COVID Meningkat, Total 1.934 Orang

Oleh: Irwan Syambudi - 24 Juni 2021
Dibaca Normal 1 menit
Sebanyak 89 di antaranya meninggal dunia. IKAPPI mendesak agar dilakukan percepatan vaksinasi di pasar tradisional.
tirto.id - Lonjakan kasus COVID-19 usai Idulfitri 2021 juga berdampak pada sektor logistik. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) mencatat terjadi lonjakan kasus positif COVID-19 pada pedagang pasar yang saat ini masih beraktivitas untuk pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat.

"Data terbaru (Januari-Juni 2021) COVID-19 di pasar tradisional terdapat 153 kasus baru yang ada di 28 pasar dan kasus meninggal sekitar 19 orang jadi jumlah total kasus positif di seluruh Indonesia (sejak awal pandemi 2020) menjadi 1.934 terjadi di 321 pasar dan kasus meninggal kurang lebih sekitar 89 kasus," kata Ketua Bidang Asuransi & Kesehatan Pedagang DPP IKAPPI Mahin Aufa, Kamis (24/6/2021).

Jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya penambahan kasus tercatat tak terlalu signifikan. Misalnya pada April 2021 tercatat 13 kasus positif dan 2 pedagang di antaranya meninggal dunia. Pasa Mei 2021 tercatat hanya 3 kasus positif yang semuanya meninggal dunia.

Namun pada Juni 2021, sampai tanggal 24 melonjak bertambah 85 kasus. Di bulan ini meski terjadi lonjakan namun belum ada laporan pedagang yang meninggal karena COVID-19.

Meski demikian IKAPPI khawatir dengan adanya lonjakan kasus ini. IKAPPI mendesak untuk dilakukan percepatan vaksinasi di pasar tradisional, agar aktivitas perdagangan dapat berjalan sehingga pasokan logistik dapat tetap terjaga.

IKAPPI juga berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro tidak memengaruhi distribusi pangan karena bagaimanapun juga persoalan pangan menjadi persoalan yang dominan persoalan yang sensitif persoalan yang sangat dibutuhkan.

"Maka kami meminta distribusi pangan untuk tidak terganggu agar tidak berimbas pada gejolak harga," kata Mahin.

Selain itu agar tidak mengganggu roda ekonomi di daerah, IKAPPI juga meminta pemerintah daerah tidak menutup pasar karena ini adalah tulang punggung ekonomi daerah, pasar juga menjadi tempat distribusi pangan di daerah agar pangan tidak terganggu maka pasar tetap beroperasi tetapi menjalankan protokol kesehatan dengan ketat.








Baca juga artikel terkait PEDAGANG PASAR POSITIF COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight