Pangeran Saudi Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Oleh: Yandri Daniel Damaledo - 6 November 2017
Dibaca Normal 1 menit
Pangeran Saudi Mansour bin Muqrin dilaporkan tewas bersama sejumlah pejabat dalam kecelakaan helikopter.
tirto.id - Salah seorang pangeran Saudi bernama Mansour bin Muqrin dilaporkan tewas dalam kecelakaan helikopter bersama beberapa pejabat pada Minggu (5/11/2017) yang terjatuh di Selatan perbatasan dekat dengan Yaman.

Kematian Pangeran Mansour bin Muqrin yang merupakan Wakil Gubernur Provinsi Asir ini diumumkan oleh saluran berita Al-Ekhbariya, Senin (6/11/2017), seperti dilansir dari Channel New Asia.

Dalam pengumuman tersebut, tidak diungkapkan apa yang menjadi penyebab dari kecelakaan serta bagaimana nasib dari awak helikopter.

Kecelakaan tersebut terjadi saat Arab Saudi sedang melakukan pembersihan terhadap jajaran kerajaan seperti penangkapan puluhan pangeran, menteri serta tirani miliarder yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pangeran Mohammed telah memperoleh kekuasaan secara de facto untuk mengendalikan seluruh ruas utama pemerintahan yang dimulai dari bidang petahanan hingga ekonomi. Pangeran Mohammed juga terlihat melakukan pematahan jejak perbedaan internal sebelum terjadinya perpindahan kekuasaan resmi dari ayahnya Raja Salman yang saat ini berusia 81 tahun.

Sebelum terjadi kecelakaan helikopter, Arab Saudi pada Sabtu (4/11/2017) telah menghentikan dan menghancurkan rudal balistik yang meluncur di dekat Bandara Internasional Riyadh setelah adanya pemecatan dari Yaman dalam suatu eskalasi perang kerajaan melawan pemberontak Huthi yang didukung Iran.

Pada Minggu (5/11/2017) Arab Saudi mengumumkan pemberian penghargaan sebesar 30 juta dolar AS kepada siapa saja yang bisa memberikan informasi untuk membantu penangkapan atau melacak beberapa pemimpin pemberontak Huthi serta perencananya.

Koalisi pimpinan Saudi yang telah memulai intervensi militernya di Yaman tahun 2015 menuduh regional Iran memberikan pasokan rudal balistik kepada pemberontak.

Serangan rudal tersebut merupakan yang pertama kali ditunjukkan oleh pemberontak Syiah yang berada di pusat ibukota Saudi. Hal tersebut digarisbawahi sebagai ancaman berkelanjutan yang ditimbulkan oleh konflik Yaman.

Sementara itu, perang yang terjadi di Yaman semakin berkecamuk dan mulai melintasi perbatasan. Intervensi dipimpin oleh Arab Saudi guna menopang pemerintahan Abedrabobo Mansour Hadi setelah Huthis memaksanya untuk diasingkan.

Berharap agar bisa meraih kemenangan secara cepat dengan melawan apa yang dilihatnya sebagai ekspansionisme Iran di halaman belakangnya, Riyadh sejauh ini belum dapat menyingkirkan Huthis dari Ibukota Yaman, Sanna.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yandri Daniel Damaledo
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo
DarkLight