Menuju konten utama

PAN Mengalah di 2019, Tetap Tak Dukung Calon Dari Demokrat dan PKS

Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan, pihaknya tak mempermasalahkan jika Anies Baswedan menjadi capres atau cawapres di 2019 sebagai pendamping Prabowo Subianto.

PAN Mengalah di 2019, Tetap Tak Dukung Calon Dari Demokrat dan PKS
Ilustrasi. Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto didampingi anggota Komisi III Fraksi PAN Daeng Muhammad dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi menggelar konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/1/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

tirto.id - Partai Amanat Nasional (PAN) yang selama ini menjunjung wacana Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai capres terlihat mulai mengalah di Pilpres 2019.

Skenario lain yang dipikirkan adalah mengusung Zulhas sebagai cawapres atau calon independen lain di luar kader Demokrat dan PKS yang ramai dibicarakan sebagai capres dan cawapres.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengaku bahwa pihaknya tak mempermasalahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi capres atau cawapres di 2019 sebagai pendamping Prabowo Subianto.

Dalam pandangan Yandri, nama Anies bahkan lebih kuat daripada Prabowo. Dari seluruh skenario PAN, hanya nama Anies yang tetap bertahan.

“Di luar Prabowo-Zulkifli, misalnya Prabowo-Anies kami siap juga. Kalau Anies-Gatot kami siap atau Gatot-Anies,” kata Yandri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta hari Selasa (10/7/2018).

Dari skenario tersebut, Yandri rela melepas Zulkifli menjadi capres ataupun cawapres, asalkan Anies tetap ada dalam skema tersebut.

Yandri menegaskan, PAN siap menerima siapapun capres-cawapres yang ditentukan dari keempat nama tersebut. Tentunya hal ini harus diseimbangi dengan persetujuan dari koalisi lainnya.

Tujuan PAN sebenarnya cukup jelas, mencegah Jokowi menjabat dua periode.

“Nanti intinya dari 4 nama ini yang InsyaAllah akan mengerucut ke format koalisi, tinggal siapa yang disepakati,” katanya. “Intinya PAN ingin menghadirkan calon di luar Pak Jokowi.”

Yandri menegaskan PAN memang tidak berminat membuat poros ketiga. Selain menurut PAN hal itu membutuhkan keajaiban, saat ini PAN cenderung sangat dekat dengan Gerindra.

“Intinya ke Gerindra dukungannya sangat kuat, karena PAN dengan Gerindra sudah cukup [memenuhi ambang batas pencalonan presiden-wakil presiden sebesar 20 persen],” katanya lagi.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Yandri Daniel Damaledo