Menuju konten utama

Pabrik Minyak Makan Merah Senilai Rp14 Miliar Dibangun Oktober 2022

Pabrik minyak makan merah akan mulai berjalan pada Oktober 2022 mendatang. Dana yang dibutuhkan sekitar Rp 14 miliar.

Pabrik Minyak Makan Merah Senilai Rp14 Miliar Dibangun Oktober 2022
Minyak Sawit Merah. (FOTO/Dok. Kemenkom UKM)

tirto.id - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pembangunan pabrik minyak makan merah akan mulai berjalan pada Oktober 2022 mendatang. Dana yang dibutuhkan sekitar Rp 14 miliar. Ini merupakan biaya yang diperlukan untuk membuat pabrik skala kecil yang dikelola oleh koperasi.

"Piloting ini biaya kurang lebih kalau mesinnya aja Rp 7 sampai Rp 8 miliar, kalau dengan sarana-sarananya mungkin sekitar Rp 14 miliar, pergudangan dan lain sebagainya," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (13/9/2022).

Dia menjelaskan saat ini pihaknya sudah menerima Detail Engineering Design (DED) dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang menandakan rencana pengelolaan minyak makan merah sudah dalam tahap proses. Nantinya, siap dijadikan acuan untuk pembangunan pabrik oleh koperasi.

“Saat ini perkembangannya sudah mencapai 40 persen. SNI sudah dalam tahap konsensus oleh BSN, kemudian penyerapan produk salah satunya melalui MoU dengan HIPPINDO untuk offtaker pembelian minyak makan merah, penetapan lokasi piloting project dan kemitraan dengan PTPN. Serta hari ini DED sudah diserahkan oleh tim PPKS,” kata dia.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo ada 10 tahap yang harus disiapkan sebelum launching terkait minyak makan merah pada 2023. Pihaknya berkomitmen mempercepat pembangunan pabrik minyak makan merah agar bisa berjalan tepat waktu launching pada Januari 2023.

“Kita juga sudah siapkan dari segi pengadaan mesin hingga aspek pembiayaan yang sudah dikoordinasikan bersama BPDPKS, perbankan dan LPDB KUMKM. Serta masifikasi edukasi dan kampanye penggunaan minyak makan merah juga akan kita lakukan,” ujar dia.

Ia menjelaskan, pengelolaan minyak makan merah akan menjadi sejarah baru bagi industri persawitan di Indonesia. Selain memproduksi, koperasi juga menjadi solusi pemenuhan kebutuhan minyak makan merah sehat dan murah bagi masyarakat di sekitarnya.

“Jadi kita tidak perlu khawatir soal penyerapan atau pemasaran produknya,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala PPKS Edwin S.Lubis mengapresiasi KemenKop UKM yang terus mendukung sehingga DED tersebut dapat terwujud.

“Tentunya dengan selesainya DED, pembangunan minyak makan merah dapat segera terealisasikan tepat waktu,” ucap Edwin.

Saat ini, secara paralel sudah dilakukan pelatihan-pelatihan kepada SDM koperasi.

“Selanjutnya kami mohon dukungan dari seluruh pihak agar semuanya dapat terlaksana sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” terang dia.

Baca juga artikel terkait MINYAK MAKAN MERAH atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Intan Umbari Prihatin