Nonton Konser Musik #dirumahaja untuk Temani Work From Home

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 26 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Konser online #dirumahaja bisa dinikmati oleh pencinta musik yang sedang social distancing dan work from home.
tirto.id - Para musikus mancanegara menggelar konser mini lewat media sosial untuk menghibur penggemar mereka yang berdiam diri di rumah. Di Indonesia, konser online #dirumahaja juga bisa dinikmati oleh pencinta musik yang ingin melihat aksi musikus ternama tanpa harus beranjak ke luar rumah.

Konser Musik #dirumahaja ini diaadakan oleh Narasi dan akan berlangsung mulai 25-28 Maret 2020 di laman resmi Narasi.

"Ini adalah rangkaian Konser Musik #dirumahaja mulai tanggal 25-28 Maret 2020, suatu kolaborasi bersama untuk penggalangan dana membantu penanganan corona," kata jurnalis dan co-founder Narasi Najwa Shihab dalam keterangan resmi.

"Waktunya saling menguatkan sambil saling menghibur. Karena hari-hari ini, soliter adalah solidaritas," ujarnya, seperti dikutip Antara News.

Sederet musikus yang akan meramaikan Konser Musik #dirumahaja, antara lain Afgan, Andien, Admesh, Anji, Ardhito Pramono, Ari Lasso, Armand Maulana, Hivi, Judika, Kunto Aji, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, Rossa, Ridho Hafiedz & Kaka, Trio Lestari, Vidi Aldiano, Yura Yunita hingga Iwan Fals.

Seluruh biaya produksi konser dan seluruh musisi yang terlibat sepenuhnya berkontribusi secara probono. Sehingga, 100 persen donasi yang terhimpun dalam konser ini dapat disalurkan pada kelompok yang paling rentan, terutama tenaga medis dan masyarakat kecil yang terpaksa harus terus bekerja di luar rumah.

Donasi akan didistribusikan kepada program-program yang sudah dijalankan sejumlah lembaga yang sudah dikurasi bersama Kitabisa.com.

Selain menonton konser musik secara online, ada berbagai macam aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang menjalani social distancing di rumah. Jika Anda memiliki anak, beberapa kegiatan berikut ini bisa menemani kegiatan Anda dan anak di rumah.

1. Melakukan Olahraga Bersama

Pada saat menjalankan social distancing, mungkin saja anak-anak dijauhkan dari kerumunan orang banyak.

Mereka yang biasanya berkegiatan secara aktif dapat secara drastis merasakan kesepian. Orang tua bisa melakukan kegiatan keluarga secara bersama-sama untuk menghilangkan kebosanan seperti bersepeda di area rumah, dan juga berjalan di area rumah.

Sesekali kegiatan itu bisa melepas kebosanan anak-anak yang hanya diam, namun melakukan kegiatan di luar juga harus sesuai standar yaitu dengan tidak melakukan kontak dengan sembarang orang dan menjaga jarak aman.

2. Bertemu menggunakan media sosial

Social distancing tidak serta merta membuat kita tidak bisa bersosialisasi. Orang tua bisa mengajak anak tetap bertemu dengan temannya melalui media sosial seperti Video Call atau Skype.

Komunikasi yang terjalin walau melalui media dapat membuat anak tidak bosan karena masih bisa berkomunikasi dan bertatap muka.

3. Memberi waktu anak melihat hiburan di media sosial

Hiburan di media sosial juga bisa menjadi solusi mengatasi kebosanan anak. Namun, penggunaan media sosial tetap dalam pengawasan orang tua.

Anda bisa terlebih dahulu mengatur jenis tontonan yang sesuai dengan anak-anak agar terhindar dari tontonan yang tidak semestinya.

4. Melakukan hal baru

Pada waktu normal, anak-anak belajar di sekolah bersama guru dan teman-temannya. Sebagai orang tua, Anda bisa memanfaatkan momen ini untuk lebih dekat dengan anak.

Anda bisa mengajak anak untuk melakukan eksperimen hal-hal baru yang berasal dari ide orang tua yang belum pernah dilakukan anak di sekolah.

Melakukan hal-hal baru bisa meningkatkan gairah anak dan membuatnya tetap aktif berpikir melakukan hal tersebut.

5. Memasak bersama

Memasak bisa menjadi aktivitas untuk menghilangkan kebosanan saat menjalani social distancing. Membuatkan makanan, melakukan proses memasak bersama, hingga menyantap makanan hasil memasak bersama bisa mengusir kebosanan anak-anak.


Baca juga artikel terkait KONSER MUSIK atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight