Menuju konten utama

Malam Nisfu Syaban 2023 Tanggal Berapa: Kapan NU Puasa Ramadhan?

Malam Nisfu Syaban 2023 tanggal berapa? Dalam kalender NU, nifsu syaban jatuh pada Rabu 8 Maret, dan malam nifsu syaban dimulai dari Selasa 7 Maret petang.

Malam Nisfu Syaban 2023 Tanggal Berapa: Kapan NU Puasa Ramadhan?
Ilustrasi Kaligrafi Muhammad. foto/istockphoto

tirto.id - Nisfu Syaban 2023 dalam kalender Nahdlatul Ulama (NU) 15 Syaban 1444 H bertepatan dengan Rabu 8 Maret 2023. Dengan demikian, malam nisfu syaban akan dimulai sejak Selasa, 7 Maret. Lalu, kapan awal puasa Ramadhan 1444 H?

Dalam Pengumuman Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) Nomor 012/LF–PBNU/II/2023 pada Senin (20/2/2023), awal bulan Syaban 1444 H bertepatan dengan Rabu Wage 22 Februari 2023 atas dasar istikmal. Yang dimaksud istikmal adalah pembulatan hari dalam bulan dalam kalender hijriyah menjadi 30 hari.

Kapan Malam Nisfu Syaban 2023?

Dikutip dari NU.or.id, berdasarkan data hilal LF PBNU pada 29 Rajab 1444 H atau Senin, 20 Februari 2023, ijtimak (konjungsi bulan) terjadi pada hari tersebut pukul 14:08:18 WIB. Letak matahari terbenam berada pada posisi 11 derajat 04 menit 24 detik selatan titik barat, sedangkan letak hilal pada posisi 13 derajat 57 menit 02 detik selatan titik barat.

Kedudukan hilal berada pada 2 derajat 53 menit 29 detik selatan matahari dalam keadaan miring ke selatan dengan elongasi 4 derajat 47 menit 10 detik.

Pada Senin (20/2) Ketinggian hilal di seluruh tempat pengamatan di Indonesia sudah di atas ufuk saat matahari tenggelam. Meskipun demikian, tinggi hilal dan sudut elongasinya belum memenuhi kriteria imkanur-rukyah NU, yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Dengan demikian, bulan Rajab 1444 H dibulatkan jadi 30 hari hingga Selasa, 21 Februari 2023. Berikutnya, 1 Syaban 1444 H dimulai sejak Selasa (21/2) malam hingga Rabu (22/2).

Perhitungan hari dalam kalender hijriah, yang merupakan kalender kamariyah (bulan) memang dimulai sejak matahari terbenam. Ini membuatnya berbeda dengan perhitungan hari dalam kalender masehi yang merupakan kalender syamsiah.

Karena dalam kalender NU 1 Syaban 1444 H bertepatan dengan Rabu 22 Februari, maka nisfu syaban atau 15 Syaban 1444 H jatuh pada Rabu, 8 Maret. Malam nisfu syaban, dengan demikian, berlangsung sejak Selasa, 7 Maret 2023.

Banyak ulama yang menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam nisfu syaban. Malam ini dikenal sebagai malam pengampunan karena Allah membuka pintu taubat bagi hamba-hamba-Nya yang bertaubat.

Pada malam ini, kita dapat memperbanyak istighfar, doa, membaca dua kalimat syahadat, hingga membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Oleh karenanya, di beberapa tempat, ada yang mengisi malam ini dengan membaca Surah Yasin sebanyak 3 kali.

Terdapat hadis riwayat Baihaqi, "(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Syaban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan)."

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, Rasulullah saw. bersabda, "apabila malam nisfu syaban tiba, dirikanlah salat pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya. Karena, sesungguhnya Allah berseru, 'Siapa yang meminta ampun (pada malam ini), niscaya Aku akan mengampuninya. Siapa yang meminta rezeki, niscaya Aku akan memberinya. Siapa yang meminta sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan permintaannya. Siapa yang meminta ini dan itu, niscaya Aku akan memberi yang ia minta.'." (H.R. Ibnu Majah).

Kapan Awal Puasa Ramadhan 2023 Versi NU?

Dalam kalender NU, 29 Syaban 1444 H akan bertepatan dengan Rabu, 22 Maret 2023. Normalnya, pemantauan hilal akan dilakukan pada tanggal tersebut untuk diputuskan apakah Syaban tahun ini berlangsung 29 atau 30 hari. Dengan demikian, ada kemungkinan 1 Ramadhan 1444 H jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023.

Berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Falakiyah PBNU Nomor 001/SK/LF-PBNU/III/2022 tanggal 31 Maret 2022, kriteria hilal dapat terlihat atau imkan rukyah adalah jika tinggi mar'i 3 derajat dan elongasi haqiqi mencapai 6,4 derajat.

Mengutip NU.or.id, pada praktiknya, jika terdapat laporan rukyah, tetapi kedudukan hilal yang diperhitungkan bagi lokasi tersebut ternyata masih di bawah kriteria, laporan tersebut tidak diterima. Keputusan yang ditetapkan adalah istikmal atau pembulatan hari dalam bulan menjadi 30 hari.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2023 atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya