"Monster Besi" Tulang Punggung Jalur Sutra Baru Cina

Penulis: Ahmad Zaenudin, tirto.id - 27 Jul 2018 13:01 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Mesin SLJ900 sanggup bergerak 5 km per jam dalam membangun jembatan dan lintasan kereta.
tirto.id - Astana, dalam laporan The Economist, merupakan salah satu ibu kota negara paling terpencil di dunia. Pusat negara Kazakhstan itu dikelilingi padang rumput kosong, yang lebih serupa taman nasional dibandingkan gemerlap khas ibu kota negara. Namun, pemandangan sepi nampaknya akan berakhir. Kazakhstan, yang bergabung bersama Cina melalui inisiatifnya bernama “Jalur Sutra Baru,” hendak menjadikan Astana sebagai salah satu pusat kota dunia.

Melalui inisiatif tersebut, infrastruktur dibangun. Khususnya jalur kereta api, yang membentang dari Cina hingga Eropa. Kazakhstan, seperti ditulis The Economist, menghabiskan biaya sebesar $3,2 miliar untuk pembangunan tersebut, yang sebagian besar di antaranya dibantu oleh Pemerintah Cina. Pada 2013, Astana telah dilewati rangkaian kereta yang membawa lebih dari 500 ribu ton barang dagangan asal Cina. Padahal, sebelum tahun tersebut tiba, hampir tidak ada barang dagangan melewati ibu kota itu.

Jiayang Fan, dalam tulisannya di The New Yorker, mengatakan “Jalur Sutra Baru” merupakan inisiatif Pemerintah Cina menghidupkan kembali kisah klasik bangsa tersebut tentang Jalur Sutra, jalur perdagangan yang bermula pada 130 SM. Kala itu, ada bentangan ekonomi, yang mempertukarkan ternak, biji-bijian, hingga pengetahuan antara Xian, ibu kota lama Cina, dengan wilayah yang saat ini dikenal sebagai Iran dan Irak, Suriah, hingga kota metropolis Yunani-Romawi di Antiokhia.


Pada 2013, Presiden Xi Jinping ingin mengembalikan kisah kejayaan jalur Sutra itu. Jinping membangun inisiatif Jalur Sutra Baru dengan nama resmi “Belt and Road Initiative.” Sebuah inisiatif berbiaya lebih dari satu triliun dolar. Inisiatif yang menghubungkan Cina dengan 65 persen populasi dunia.

Fan mengatakan Belt and Road berarti pembangunan rute darat, yang menghubungkan Cina dengan Eropa dan pembangunan jalur pelayaran, yang menghubungkan Cina dengan wilayah Asia dan Afrika.

Infografik Mesin Infrastruktur Cina


Rute Darat dan Teknologi "Monster"


Rute darat merupakan rute utama Belt and Road Initiative. Terutama karena Terusan Suez sudah kurang mencukupi kebutuhan logistik Cina. Kapal yang membawa kontainer misalnya, perlu berlayar sejauh 24 ribu km menuju Eropa. Namun, dengan menggunakan jalur darat, khususnya kereta, hanya perlu jalur sejauh 11 ribu km mencapai tempat yang sama.

Bagaimana Cina membangun jalur kereta yang menghubungkan wilayah kekuasaannya dengan Eropa? Jawabannya ialah SLJ900, TBM Slurry, dan Track-Laying Machine.


Mengutip Popular Mechanics, SLJ900 disebut merupakan “mesin raksasa asal Cina yang dapat membangun segala jembatan.” Tom Calver, jurnalis BBC, dalam salah satu laporannya, mengatakan mesin SLJ900 adalah “mesin serba bisa yang mampu membawa, mengangkat, dan meletakkan blok-blok batu nan berat lengkap dengan rel kereta di antara pilar demi pilar.”

Mesin ini dibuat oleh Beijing Wowjoint Machinery Company, mesin yang berjuluk “Monster Besi” itu memiliki panjang 300 kaki, lebar 24 kaki, dan tinggi 30 kaki. Total, mesin raksasa tersebut memiliki berat 580 ton.

Apa guna mesin ini?

SLJ900 merupakan mesin pembangun jembatan], juga bisa membangun jalur kereta api di atas jembatan. Ini dilakukan lantaran membangun jalur kereta api dari Cina ke Eropa berhadapan dengan kontur tanah yang berbeda-beda. Pada dataran tinggi, yang dilengkapi dengan jurang, membangun jalur kereta secara layang perlu dilakukan, SLJ900 membantu Cina mewujudkan pembangunan infrastruktur.

Calver, masih dalam laporannya, mesin tersebut bekerja ketika ting-tiang panjang jembatan telah kokoh berdiri. SLJ900 lantas menyambungkan tiang-ting panjang itu dengan blok batu, yang dibawa tepat di bagian bawah tengah kendaraan itu.

SLJ900 maju, dengan piranti seperti “standar” dalam sepeda motor, ia berdiri di antara tiang-tiang pancang. Lantas, sistem hidrolik mengeluarkan blok batu, meletakkan secara presisi antara satu tiang dengan lainnya. Ketika blok batu terpasang, SLJ900 mundur. Mengambil blok batu baru dan maju kembali dengan melindas blok batu yang baru terpasang menuju tiang panjang yang belum tersambung. (lihat video)

Dalam laporannya, Calver menyebut bahwa SLJ900 bergerak 5 km per jam “monster ini bisa menyelesaikan proyek lebih cepat dibandingkan metode tradisional yang menggunakan crane.”

Selain "monster besi" ada juga TBM Slurry merupakan mesin pengebor raksasa seberat 4 ribu ton, yang mampu menciptakan lubang berdiameter 15,3 meter. Calver menyebut bahwa TBM Slurry “punya cakram berputar raksasa yang mampu membelah bumi dan bebatuan.”

TBM Slurry diciptakan oleh China Railway Engineering Equipment Group Company. Namun, paten mesin ini dimiliki oleh NFM Technologies. Sebagaimana dikutip dari laman resmi NFM, TBM Slurry merupakan mesin pengebor yang mampu mengatur tekanan yang diberikan medan di kedalaman penggalian.

Secara teknis, TBM Slurry hanya punya 6 bagian inti. Keenam bagian itu ialah Cutter head, Shield, Bentonite injection, Air regulation, Air bubble, dan Extraction. Dalam laporan Calver, TBM Slurry bekerja kali pertama dengan memutar cakram raksasa, yang menggali tanah dan batu di depan. Lantas, mesin maju perlahan menggunakan pelantak hidrolik. Di dalam mesin, puing dibentuk menjadi “bubur.” Melalui pompa, bubur dibuang dan cincin beton dipasang. Secara perlahan, terowongan akan terbentuk. TBM Slurry pernah digunakan membangun proyek jalan di Suai, Shantou, Cina.

Ada juga mesin Track-Laying Machine merupakan mesin pemasang rel seberat 15 ton. Mesin ini memasang rel demi rel di jalur yang telah dibuatkan sebelumnya. Laporan Calver menyebut, Track-Laying Machine mampu memasang rel sepanjang 700 meter tiap hari. Namun, sebagaimana dikutip dari The Hindu Business Line, mesin tersebut tak didominasi Cina. Perusahaan asal AS bernama Harsco juga membuatnya.

Mesin buatan Harsco itulah yang digunakan di India, membangun jalur kereta api di negeri Bollywood itu. Menurut laporan tersebut, Track-Laying Machine mampu memasang rel sepanjang 1,5 km hingga 2 km tiap harinya. Lebih baik dibandingkan versi Cina. Namun, ongkosnya tak murah. The Hindu Business Line menyebut otoritas India perlu merogok kocek sebanyak $2 miliar untuk mendatangkan alat tersebut dari Harsco.

Inisiatif membangun kembali Jalur Sutra penting bagi Cina. Misalnya untuk mengapalkan smartphone, salah satu lini produk yang “hampir” dikuasai Cina di dunia. Pada kuartal I-2018, tiga perusahaan asal Cina yang masuk lima besar sebagai “yang terbesar” mengapalkan 91,2 juta unit smartphone. Dengan membangun jalur kereta, Cina akan mampu lebih mudah dan murah menyebarkan produk-produknya ke penjuru dunia, yang akan meningkatkan penjualan mereka melawan AS dan Korea Selatan.

Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapura, mengatakan bahwa penciptaan Jalur Sutra “akan meningkatkan pengaruh Cina” ke segala penjuru dunia. Sebelum jalur sutra itu terangkai kembali, mesin-mesin menakjubkan seperti "monster besi" telah memulainya.

Di negeri Cina sendiri, telah terbangun jaringan kereta konvensional sepanjang 121 ribu kilometer. Itu termasuk jalur kereta cepat sepanjang 19 ribu kilometer. Jalur Sutra Baru telah sukses dibangun menyambungkan Cina, melewati Kazakhstan, dengan Spanyol.

Baca juga artikel terkait CINA atau tulisan menarik lainnya Ahmad Zaenudin
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Suhendra

DarkLight