Minum Milkshake Bantu Jalani Diet

Oleh: Yuliana Ratnasari - 15 Juli 2016
Mengonsumsi milkshake tertentu berdasarkan penelitian dapat membantu tetap kenyang antara waktu sarapan dan makan siang. Dengan begitu, milkshake dianggap dapat membantu proses diet sehat.
tirto.id - Menurut studi yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition, mengonsumsi milkshake tertentu dapat membantu tetap kenyang antara waktu sarapan dan makan siang sehingga kalori yang masuk ke tubuh lebih sedikit.

Dilansir dari Foxnews, peneliti dari Wageningen University di Belanda melakukan percobaan pda 15 laki-laki dengan indeks massa tubuh 22,6 (indeks 18,5-24 secara umum tergolong sehat).

Sesudah sarapan, masing-masing dari mereka minum milkshake yang beragam tekstur dengan kandungan kalori antara 100-500.

Semua milkshake yang dipakai dalam penelitian memiliki kandungan gizi yang sama: terdiri dari 50 persen karbohidrat, 20 persen protein, dan 30 persen lemak.

Setelah minum, mereka dipindai MRI untuk melihat seberapa cepat perut kosong dan selepas itu mereka makan siang sampai kenyang.

Perut mereka yang minum milkshake tidak kental dan rendah kalori, berdasarkan hasil pindaian, lebih cepat kosong. Sebab, perjalanan cairan dari perut hingga ke usus halus memakan waktu 26,5 menit.

Sementara itu, mereka yang mengonsumsi milkhaske kental dan padat kalori perlu waktu 82 menit.

Akan tetapi, laki-laki yang minum milkshake kental dengan kandungan 100 kalori merasa lebih kenyang daripada mereka yang mengonsumsi milkshake cair 500 kalori.

“Tingkat kenyang karena viskositas naik. Peristiwa itu disebut kenyang semu, mungkin berguna untuk menurunkan asupan energi,” tulis para peneliti.

Peneliti utama studi tersebut Guido Camps, melalui pesan terpisah mengatakan dapat juga menggunakan serat untuk mengentalkan milkshake, seperti guar gum atau xatham berbasis karbohidrat untuk membuat milkshake lebih kental tanpa menambah kalori.

Berdasarkan studi tersebut, milkshake yang sangat kental namun rendah kalori yang membantu menahan lapar dan mencegah makan terlalu banyak.

Namun, peneliti berpendapat perlu ada studi lanjutan untuk membuktikan hasilnya.


Baca juga artikel terkait GAYA HIDUP atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Gaya Hidup)

Sumber: Antara
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight