Mineral 7 Bantu Bakar Semangat pada Aksi Buruh di Jakarta

Oleh: Andrian Pratama Taher - 1 Mei 2017
Dibaca Normal 1 menit
Band Mineral 7 ikut bantu bakar semangat massa aksi pada demo buruh di Jakarta.
tirto.id - Gelora semangat para buruh yang berasal dari beberapa perserikatan tenaga kerja di Jakarta belum juga padam. Termasuk juga para buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR).

Dalam aksi memperingati Hari Buruh Internasional pada Senin (1/5/2017) mereka tidak hanya mendatangkan orasi-orasi semata untuk membakar semangat peserta aksi, namun juga ada hiburan tersendiri dari sebuah band, Mineral 7.

Hal ini tergolong menarik karena tidak banyak band yang ingin terlibat dalam aksi semacam ini. Band yang terdiri dari Jay Haris (Vokalis), Giri (Gitaris), Hans (Bassist), dan Caca (Drummer), telah mengikuti aksi May Day di dua tahun belakang ini.

Jay Haris, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Prof Dr hamka (Uhamka) Jakarta mengatakan bahwa band ini telah berdiri sejak 2009 lalu. Namun sempat vakum pada tahun 2010, dan baru aktif kembali pada 2011.

Banyak dari lagu-lagu ciptaan Mineral 7 bertemakan kehidupan rakyat yang tertindas. “[Lagu kami] terinspirasi dari keadaan rakyat Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja,” ungkap Jay saat ditemui di depan Balaikota di sela-sela aksi Mayday.

Menurutnya, masyarakat saat ini masih banyak yang tertindas secara politik dan ekonomi. Karena itulah mereka akhirnya seringkali mengadakan diskusi terkait keadaan masyarakat, dan dituangkan lewat karya-karya lagu.

Beberapa lagu yang telah Mineral 7 ciptakan di antaranya Krisis Politik, Negeri Kaya, Papua Kita Bersaudara, Orde Baru, dan Anti Monopoli Sawit. Jay mengungkapkan bahwa mereka melakukan semacam penelitian sederhana ke masyarakat sebelum akhirnya membuat lagu.

“Kita [kami] terjun langsung selama minimal tiga hari dan maksimal seminggu,” jelas Jay.

Tetapi khusus untuk lagu Papua Kita Bersaudara mereka hanya melakukan diskusi tanpa terjun langsung ke Papua.

Seperti diberitakan, hari ini ribuan buruh melakukan aksi dengan tuntutan utamanya antara lain, menuntut penghapusan outsourcing di Indonesia. Para buruh juga mendesak pemerintah menegakkan konsep tunjangan kesehatan dan dana pensiun. Selain itu, mereka juga menuntut penghapusan PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan.

=======

Laporan disusun oleh Faizal Ad Daraquthny, salah satu peserta "Fellowship for University Student: Upclose and Personal with Journalism", program yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dalam rangka World Press Freedom 2017.

Baca juga artikel terkait HARI BURUH atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Abdul Aziz
DarkLight