tirto.id - Layanan jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah telah berakhir pada Minggu (25/5/2025) kemarin. Setelah tinggal sementara di Madinah, jemaah sudah diberangkatkan secara bertahap menuju Makkah sejak 10 Mei lalu.
Berdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama RI per Senin (26/5/2025) pukul 11.34 WIB, sebanyak 169.833 atau sekitar 83,53 persen jemaah haji telah tiba di Arab Saudi. Sebanyak 103.806 jemaah berasal dari pemberangkatan gelombang I dan 66.027 lainnya dari gelombang II.
Jumlah jemaah haji yang sudah tiba di Arab Saudi ini mencakup 436 kloter atau sekitar 83,05 persen dari total yang direncanakan berangkat pada musim haji 2025. Dari total keseluruhan jemaah haji, 37.050 di antaranya adalah jemaah lanjut usia alias lansia.
Sementara itu, sebanyak 157.462 jemaah haji dari dua gelombang berjalan telah sampai di Kota Makkah. Jumlah tersebut mencakup gabungan 405 kelompok terbang (kloter). Sementara itu, 5 kloter lainnya masih dalam perjalanan.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, meminta agar jemaah haji Indonesia tak berkeliaran sendirian di Makkah. Dia mengimbau agar jemaah haji yang ingin ke Masjidil Haram, hendaknya pergi bersama temannya dengan naik bus shalawat.
"Bapak/Ibu kalau keluar hotel jangan sendirian ya, harus ada yang mendampingi. Kalau mau ke Masjidil Haram atau ke mana ajak teman. Jangan pergi sendiri, apalagi naik taksi sendiri," kata Hilman dikutip dalam keterangan resmi, Senin (26/5/2025).
Selain itu, dia meminta agar jemaah saling mengecek satu sama lain terkait keberadaan temannya. Apabila salah satu jemaah tidak ada tanpa ada pesan, jemaah diminta agar segera menghubungi petugas, baik petugas kloter maupun petugas sektor.
"Apabila Bapak/Ibu melihat temannya tidak ada tanpa pemberitahuan, segera lapor kepada petugas agar segera ditindaklanjuti dan dicari keberadaannya," pesannya.
Untuk kelancaran ibadah Armuzna, Hilman mengatakan semua jemaah akan didata oleh syarikahnya masing-masing. Oleh karena itu apabila ada jemaah yang ingin berpindah hotel agar melapor kepada petugas sektor agar nantinya tak ada masalah dalam pendataan.
"Dampaknya nanti akan terjadi saat pelaksanaan ibadah Armuzna. Karea syarikah akan memberangkatkan jemaah yang sudah terdata," katanya.
Hilman juga mengimbau jemaah agar menjaga kesehatan menjelang Armuzna dengan tidak melakukan aktivitas berlebihan sebelum pelaksanaan Armuzna. Kesehatan ini, disebutnya sangat penting agar jemaah bisa khusyuk wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan mabit di Mina.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































