Menuju konten utama

Menteri Tjahjo Kumolo Sindir Kosongnya Posisi Wagub DKI

Sandiaga mengundurkan diri sejak 10 Agustus 2018, sehingga kursi Wagub DKI Jakarta kosong selama 10 bulan. 

Menteri Tjahjo Kumolo Sindir Kosongnya Posisi Wagub DKI
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan pendapat saat rapat kerja dengan Komisi II DPR di gedung parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (20/6/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.

tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyindir kosongnya kursi wakil gubernur DKI Jakarta semenjak ditinggal Sandiaga Uno maju sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019.

“Harapannya, kami segera minta pada DPRD untuk segera mengagendakan proses pemilihan wakil gubernur,” ujar Tjahjo ditemui usai rapat paripurna istimewa DPRD DKI Jakarta dalam rangka HUT ke-492 DKI Jakarta, Sabtu (23/6/2019), seperti dikutip Antara.

Di sisi lain, politikus PDIP ini berharap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa segera menyampaikan nama-nama usulan calon wakil gubernur.

“Nama-nama itu atas usulan partai pengusung ke DPRD, dan DPRD segera inisiatif untuk melakukan proses pemilihan sehingga wakil gubernur yang akan membantu Pak Anies sebagai gubernur agar jalan dengan cepat,” ujar Tjahjo.

Polisi Wagub DKI kosong usai Sandiaga mengundurkan diri saat mencalonkan diri dalam Pilpres 2019 bersama Prabowo Subianto. Sandiaga mengundurkan diri sejak 10 Agustus 2018. Sehingga kursi Wagub DKI Jakarta kosong selama 10 bulan.

Sebelumnya, DPRD DKI Jakarta akan menggelar rapat paripurna membahas pemilihan wakil gubernur (wagub) pengganti Sandiaga Uno pada 22 Juli. Informasi ini disampaikan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

"Baru hari ini kami menerima laporan dari Pansus [panitia khusus], dia mengagendakan nanti tanggal 22 Juli [2019] ada paripurna pertama," kata Prasetyo saat ditemui di Jakarta Pusat pada Selasa (17/6/2019).

Namun, menurut Prasetyo, dalam rapat paripurna itu, DPRD DKI tidak menargetkan langsung melakukan pemilihan wagub pendamping Gubernur Anies Baswedan.

Dalam rapat paripurna pertama, kata Prasetyo, akan dilakukan sejumlah pembahasan, seperti cara dan pola pemilihan wagub. "Kuorum dan tidak kuorum itu bagaimana nanti di situlah, entar pesertanya ada yang hadir dan enggak hadir," ujar dia.

Baca juga artikel terkait WAGUB DKI JAKARTA

tirto.id - Politik
Sumber: Antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Agung DH