Menuju konten utama

Menko Luhut Targetkan LRT Bali Bisa Groundbreaking Awal 2024

Menko Luhut menargetkan LRT Bali yang melintasi Bandara I Gusti Ngurah Rai dapat dilakukan groundbreaking pembangunan pada awal 2024.

Menko Luhut Targetkan LRT Bali Bisa Groundbreaking Awal 2024
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan paparan pada pertemuan The 4th Indonesia Fintech Summit yang diprakarasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BI, AFTECH, dan AFPI di Bali, Kamis (10/11/2022). ANTARA FOTO/HO/Humas OJK/wpa

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) di Bali, yang melintasi Bandara I Gusti Ngurah Rai dapat dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pada awal 2024.

"Kita berharap groundbreaking itu early next year. Awal tahun depan bisa groundbreaking karena studinya sudah lama dilakukan tapi terhenti COVID," ujar Luhut di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/9/2023).

Luhut mengatakan, apabila LRT di Bandara Ngurah Rai Bali tidak dibangun, maka akan terjadi penumpukan (stuck) penumpang mengingat pada 2026, bandara tersebut akan melayani sekitar 24 juta penumpang per tahun.

"Dari lapangan terbang sampai ke Seminyak dan kalau perlu nanti terus sampai ke Canggu itu 20 kilometer, dan nanti kita sedang pertimbangkan memasukkan harga tiket 1 dolar AS, 2 dolar AS, setiap penumpang pakai tidak pakai, sehingga dengan pembiayaan publik juga akan bisa jalan," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong agar pembangunan LRT untuk pembangunan LRT Bogor dan penyambungan LRT dari Kelapa Gading menuju Manggarai.

"Saya minta juga segera distudi pembangunan LRT hingga ke Kota Bogor karena kalau kita lihat LRT yang sekarang sudah penuh terus dan juga pembangunan jalur LRT Kelapa Gading menuju Manggarai agar cakupan dan jangkauan tranportasi massal ini semakin meluas," kata Jokowi seperti dikutip Antara di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/9/2023).

Pemerintah, kata Jokowi, sudah membangun moda transportasi publik seperti kereta MRT, kereta LRT, kereta cepat, Transjakarta, dan kereta bandara. Maka itu penting untuk memastikan ketertarikan masyarakat terhadap transportasi publik dengan memberikan kenyamanan dan kemudahan.

Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan, Jokowi juga memerintahkan jajarannya mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung transportasi publik seperti jembatan untuk mengkoneksikan stasiun LRT, stasiun kereta cepat di Halim, layanan Transjakarta, dan juga layanan transportasi daring.

Selain itu, Jokowi juga memerintahkan jajarannya untuk berkolaborasi dengan penyedia transportasi yang mengantar sampai titik akhir tujuan.

"Akan sangat bagus bila masyarakat cukup satu kali pesan kemudian sistem sudah merencanakan dan multimoda transportasi apa yang harus digunakan, semuanya sudah dipersiapkan. Misalnya pertama naik ojek ke stasiun, kemudian naik kereta, naik kereta naik Transjakarta sampe ke titik tujuan. sehingga tidak perlu dicari-cari," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, perlu juga dibangun sistem pembayaran transportasi yang terintegrasi. Alat pembayaran transportasi tersebut harus dapat digunakan masyarakat di semua moda transportasi.

"Kaji juga mengenai mekanisme pembayaran langganan, diskonnya seperti apa. Ini saya kira akan menarik masyarakat untuk berbondong-bondong naik transportasi massal," kata Jokowi.

Baca juga artikel terkait PEMBANGUNAN LRT atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Anggun P Situmorang