tirto.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membenarkan varian mutasi COVID-19 dengan kode N439K sudah masuk ke Indonesia. Meski demikian, Budi memastikan bahwa varian baru ini tidak lebih berbahaya dari varian yang sudah ditemukan di Indonesia.
“Memang varian ini sudah cukup lama masuk ke Indonesia. Varian ini sebenarnya sudah ada di beberapa negara di Eropa,” ucap Budi dalam konferensi pers virtual, Jumat (19/3/2021).
Meski sudah masuk, Budi mengatakan masyarakat tak perlu khawatir. Pasalnya varian baru ini tidak masuk ke dalam daftar khusus WHO.
Saat ini ada 2 daftar yang digunakan WHO untuk mengkomunikasikan mana saja varian yang perlu mendapat perhatian dan berbahaya. Terdiri dari Variant of Interest (VOI) dan Variant of Concern (VOC).
VOI pada intinya mengklasifikasikan suatu mutasi yang terbukti menyebabkan penularan pada banyak kasus dan klaster serta dideteksi di berbagai belahan dunia. Suatu mutasi bisa naik statusnya menjadi VOC jika terbukti memiliki tingkat penularan dan keparahan lebih tinggi serta memberi ancaman pada mekanisme penanganan kesehatan yang telah tersedia.
Sejauh ini, Budi memastikan varian baru N439K ini tidak masuk keduanya. Ia bilang kebetulan varian ini mirip seperti ribuan varian lain yang tidak terlalu kuat dan termasuk varian yang menghilang dari peredaran dengan cepat.
“Jadi itu penjelasan saya mengenai N439K. Setahu saya sudah tidak masuk VOI dan VOC. No longer circulating (tidak lagi beredar),” ucap Budi.
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz