Menuju konten utama

Menkes Sebut Indonesia Akan Tembus 10 Juta Penyuntikan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah sudah memvaksinasi 10 juta orang dengan peningkatan kecepatan vaksin 500 ribu orang per hari.

Menkes Sebut Indonesia Akan Tembus 10 Juta Penyuntikan
Vaksinator menyuntikan vaksin COVID-19 kepada buruh angkut barang saat vaksinasi massal di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Minggu (21/3/2021). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.

tirto.id - Pemerintah mengklaim Indonesia telah tembus 10 juta penyuntikan vaksin per Jumat (26/3/2021). Pemerintah pun mengaku akan mempercepat vaksinasi meski ada embargo.

Dalam konferensi pers daring dari kantor Presiden, Jakarta, Jumat (26/3/2021), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah sudah mencapai 10 juta penyuntikan dengan peningkatan kecepatan vaksin hingga 500 ribu orang per hari.

"Insya Allah hari ini vaksinasi akan menembus 10 juta vaksinasi, dengan kecepatan harian kita sudah mendekati 500 ribu penyuntikan per hari," kata Budi dalam konferensi pers daring dari Kantor Presiden, Jakarta, Jumat.

Budi mengatakan, kecepatan penyuntikan juga akan didukung dengan ketersediaan vaksin. Ia memprediksi ketersediaan vaksin pada bulan Maret dan April akan mencapai 15 juta per bulan.

Meski mengalami percepatan dan tembus 10 juta orang pada hari ini, Budi mengingatkan adanya potensi embargo vaksin. Ia mengacu kepada peningkatan kasus COVID-19 di sejumlah negara Asia dan Eropa. Oleh karena itu, pemerintah akan mengatur ritme vaksinasi agar tidak terjadi kekosongan vaksin.

"Kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan vaksinnya agar tidak ada kekosongan vaksin nantinya," kata Budi.

Di saat yang sama, Budi meminta kepada para lansia untuk segera divaksin. Ia meminta semua pemerintah daerah dan tenaga kesehatan fokus pemberian vaksinasi kepada lansia demi menekan angka kematian.

Budi juga mengingatkan publik untuk menerapkan protokol kesehatan meski sudah divaksin. Ia mengingatkan vaksin bukan berarti membuat kebal, tetapi hanya untuk mencegah dampak fatal dari COVID-19.

"Vaksinasi bukan membuat kita kebal, tidak mungkin terkena tetapi itu masih bisa terkena cuma karena antibodinya kita sudah baik kita akan segera cepat sembuh dan tidak usah ke RS tapi masih bisa menularkan," kata Budi.

"Oleh karena itu, tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sehingga adanya strain baru pun tidak usah kita khawatirkan," tutur Budi.

Baca juga artikel terkait VAKSINASI COVID-19 atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Restu Diantina Putri