Advertorial

Mengapa Penjualan Traveloka Naik Meski Industri Pariwisata Lesu?

Oleh: Advertorial - 17 Mei 2019
Dibaca Normal 2 menit
Pada akhir kuartal pertama tahun 2019, penjualan tiket pesawat di Traveloka meningkat hampir 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya
tirto.id - Mario Bros, permainan arkade lawas nan melegenda, tak cuma menemani masa kecil generasi 90-an, tetapi juga memberikan pelajaran tentang hidup dan perjuangan. Kita, saat membantu Mario dan adiknya Luigi membasmi kura-kura pengganggu di parit bawah tanah New York, tak jarang mengalami kegagalan menyelesaikan misi.

Menyerah itu mudah: cukup matikan permainan maka selesailah urusan. Namun faktanya, urusan demikian tak pernah benar-benar selesai karena di lain hari kita bakal mencobanya lagi dengan strategi yang berbeda. "Bahasa Indonesia cukup kaya untuk membedakan kalah daripada menyerah," tulis Pramoedya Ananta Toer. Tak apa kalah, selama tidak menyerah.

Dalam hidup, harus ada perjuangan untuk mewujudkan impian, sesederhana maupun serumit apa pun impian itu; termasuk impian berlibur ke tempat idaman. Apalagi, kini, liburan bukan sekadar bepergian. Liburan seolah menjadi “kebutuhan pokok” generasi milenial yang kebanyakan berkutat dengan pekerjaan kreatif sehingga membutuhkan angin segar demi menghasilkan karya-karya tak biasa.

Rintangannya, harga tiket pesawat domestik sedang tak bersahabat. Sejak beberapa waktu lalu, tiket tersebut melambung hingga dua kali lipat. Dalam kondisi demikian, haruskah kita memendam dalam-dalam rencana liburan? Belajar dari Mario Bros: pasti ada strategi untuk menyiasatinya, termasuk dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia.

Apa Pun yang Terjadi, Liburan Tetap Jalan

Banyak jalan menuju Roma. Ungkapan demikian terasa relevan mengingat sekarang ada Traveloka: perusahaan berbasis teknologi yang menyediakan layanan pemesanan tiket perjalanan secara daring. Tak cuma menghadirkan pilihan tiket dengan harga terbaik, fitur-fitur baru pun terus dikembangkan Unicorn asal Indonesia tersebut demi memenuhi kebutuhan masyarakat digital.

Dalam beragam layanan yang tersedia, terdapat solusi untuk menyiasati hasrat ingin liburan di tengah gonjang-ganjing harga tiket pesawat. Melalui Price Alerts, misalnya, kita akan mendapatkan notifikasi saat tiket pesawat sesuai dengan kondisi kantong. Awal tahun ini, fitur PayLater juga diluncurkan. Fitur tersebut memungkinkan siapa pun bisa bepergian dengan pembayaran ditangguhkan antara 1 hingga 12 bulan. Pelanggan bisa lebih leluasa mengatur alokasi dana liburan.

Problem yang dihadapi pelancong umumnya tak jauh dari harga akomodasi dan ketersediaan jadwal keberangkatan. Karenanya, fitur Best Price Guarantee hadir untuk memberikan jaminan harga. Sebagai gambaran, jika kita menemukan harga tiket pesawat dan hotel yang lebih murah di tempat lain, cukup lakukan klaim dan “kerugian” pun dibayarkan. Kemudian, Refund & Easy Reschedule disediakan sebagai pertolongan saat liburan tak berjalan sesuai rencana. Dengannya, kita bisa mengajukan pengembalian dana dengan proses cepat, dan yang tak kalah penting ramah kantong, atau mengubah jadwal keberangkatan dengan mudah.

Traveloka, yang awalnya sebatas mesin pencari untuk membandingkan harga tiket pesawat dari berbagai situs, kini juga menawarkan tiket kereta api, bus, bahkan travel sebagai alternatif pilihan bepergian yang nyaman dan terjangkau. Tak cuma itu, pilihan layanan antar-jemput bandara hingga rental mobil juga tersedia belakangan.

Caesar Indra, Chief Executive Officer (CEO) Transport Traveloka, menjelaskan bahwa seiring meningkatnya infrastruktur dan meningkatnya kualitas transportasi darat di Indonesia, moda transportasi darat pun mulai digemari para travellers. "Dengan respon yang cukup baik dari pengguna, kami berharap penjualan tiket transportasi darat tahun ini dapat meningkat lebih dari 12 kali lipat dibanding tahun lalu,” katanya.

Fasilitas prima tak akan berarti apa-apa tanpa diiringi pelayanan berkualitas. Maka, selain fitur-fitur yang memudahkan, Traveloka juga memiliki customer service yang melayani pelanggan selama 24 jam. Paket lengkap yang tersedia ini membuat penjualan tiket Traveloka tak menurun walau harga tiket pesawat sedang tinggi.

Menutup kuartal pertama tahun 2019, perusahaan berbasis teknologi terkemuka di Asia Tenggara ini justru membukukan pencapaian yang baik. “Terdapat kenaikan hampir 30% di penjualan tiket pesawat terbang, dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Caesar. Hal demikian menunjukkan: meskipun terdapat kelesuan di industri akibat harga tiket yang melonjak hampir dua kali lipat, aplikasi Traveloka masih menjadi pilihan favorit bagi masyarakat Indonesia untuk membeli tiket pesawat.

Banyak jalan menuju Roma. Buktinya, lewat Traveloka, pengguna dihadapkan pada beragam pilihan untuk menuju destinasi yang diinginkan. Kita tinggal memilih mau ke mana dan bagaimana mengatur langkahnya. Tenang, liburan tak mengenal kata gagal, selama kita yakin semua liburan menyenangkan.

Jalan mana pun yang dipilih akan menghadirkan cerita berbeda yang layak dinikmati. Hirup dalam-dalam angin segarnya, sisakan untuk menghadapi realitas sepulang bertualang.